Khilafatul Muslimin Daulah Sumatera

Semoga Alloh Meridhoi setiap langkah kita.

Rahmatan Lil Alamin

Bersatu Wajib dan Haram berpecah belah

Besabar dan bertakwa

Sungguh Alloh sebaik baik penolong kepada hambanya yang beriman dalam mengerjakan kebajikan.

Alloh maha mengetahui apa yang mereka perbuat

Alloh akan menolong siapa saja yang berlaku jujur serta meninggalkan perbuatan yang tidak terpuji.

Khalifah adalah ulil amri umat islam sedunia

Tanpa kepemimpinan mustahil umat islam bisa bersatu, dan mustahil hukum Alloh bisa di tegakkan tanpa adanya kepemimpinan dan persatuan umat islam (berkhilafah).

Rabu, 29 Mei 2024

Sikap Jamaah Menghadapi perang pemikiran

 

Sikap berjamaah menghadapi perang pemikiran

 Setiap warga jamaah harus senantiasa menjelaskan tentang berjamaah, sebab berjamaah merupakan suatu kewajiban mutlak bagi setiap orang yang beriman demi terwujudnya kehidupan bersama dalam penerapan ajaran Islam Sepanjang hidup sementara di muka bumi ini demi tercapainya kesejahteraan hidup lahir batin ummat /rahmatan lil alamin. Tanpa jamaah atau melalui perpecahan umat beriman mustahil maksud Mulia tersebut  di atas dapat dicapai, maka Allah dan rasulnya telah mengharamkan perpecahan melalui berbagai golongan yang dibuat-buat di sendiri oleh seseorang atas nama jamaah Islamiyah yang berakibat sistem jamaah kesatuan yang diajarkan Islam itu sendiri tidak dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata sehingga Islam hanyalah ajaran yang bersifat pribadi bukan universal yang mengatur kehidupan bermasyarakat di segala bidangnya sebagai rahmatan lil alamin.

 Dengan demikian tercapailah keinginan politik non muslim dalam sistem demokrasi melalui kebebasan membuat undang-undang dan aturan sesuai dengan keinginan para pembesar atas nama rakyat bersumberkan pemikiran dan keinginan hawa nafsu mereka bukan bersumberkan ajaran Allah dan rasulnya.

 Sesungguhnya aturan yang sumbernya berdasarkan ajaran pemikiran sekelompok orang-orang tertentu Atas nama rakyat merupakan bentuk penjajahan sekelompok kecil manusia terhadap mayoritas rakyat semua aturan hukum dan perundang-undangan yang dibuat dengan cara demikian melalui sistem demokrasi tidak mungkin menghasilkan kerukunan dan kesatuan atas dasar kesadaran bersama dalam kehidupan bermasyarakat Karena manusia selamanya pasti berselisih pendapat dalam berbagai hal sehingga terjadilah pemaksaan pendapat antara yang kuat terhadap yang lemah perang pemikiran / ghawzul Fikri melalui sistem demokrasi itu hanya akan menghasilkan aturan undang-undang tidak adil dan curang serta zalim berdasarkan pendapat akal manusia semata yang pasti manusia itu tidak selamanya bisa adil dan bijaksana. 

Hal demikian hanya akan dapat teratasi jika rujukannya atau sumber ajarannya adalah ajaran yang maha adil Maha bijaksana dan maha mengetahui segala sesuatu yakni ajaran Allah dan rasulnya . 

Maka kelihaian manusia dengan segala kepandaian dan kecerdikannya harus tetap dimanfaatkan secara maksimal dan bebas demi kesejahteraan hidup masyarakat dengan senantiasa bersumberkan ajaran yang hak dan Maha Sempurna yakni ajaran Allah dan rasulnya melalui sistem Khilafah bukan selainnya sesuai sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengenai Khilafah ala minhajjin nubuwwah.

Maka perang pemikiran manusia hanya akan teratasi Demi kesejahteraan lahir dan batin jika masyarakat bersedia hidup dalam satu kesatuan jamaah Islam menghindari perpecahan berbagai kelompok golongan yang terjadi bersama kebebasan dan kemerdekaan setiap pribadi mempraktikkan keyakinannya dalam kehidupan nyata kiranya perlu Kita Renungkan beberapa contoh perbandingan pelaksanaan hukum dalam sistem demokrasi dan sistem kekhalifahan sebagai berikut

Dalam sistem demokrasi

Pencuri, pembunuh, pemerkosa dan lain-lain dihukum dengan dijebloskan ke dalam penjara dalam waktu yang berbeda-beda untuk diberi waktu beristirahat dengan jaminan makan minum secara gratis penerangan listrik juga gratis tempat tidur siang malam bebas tanpa bayar dan jika sakit pengobatan juga disiapkan tanpa biaya serta keluarga pun boleh berkunjung.

Dalam sistem Khilafah

Pencuri dipotong tangannya semua orang diuntungkan walau keyakinan mereka berbeda-beda dan yang dirugikan hanyalah penjahat seandainya KPK mengumumkan bahwa salah seorang telah dipotong tangannya karena korupsi paling walaupun kemudian KPK mempersilahkan Bagi siapapun yang berkesempatan maling korupsi maka saat akan berpikir seribu kali sementara dengan sistem demokrasi KPK mengeluarkan ancaman pun dengan hukuman berat tidak mungkin koruptor maling teratasi secara sempurna dengan berbagai alasan yang dibuat-buat.

Pezina di pecut 100 kali disaksikan oleh masyarakat umum di lapangan terbuka maka keturunan manusia terjaga dan terhormat Dan semoga dia selamat dan terhindar dari kekejaman membunuh bayi akibat perzinahan.

Pembunuhan dihukum mati dengan disaksikan oleh keluarga yang terbunuh jika keluarga bersangkutan memaafkannya maka hukuman mati dibatalkan sehingga mustahil terjadi pembalasan dendam yang berkepanjangan dalam masyarakat.

Demikianlah Ala kadarnya contoh sebagai perbandingan dengan kesimpulan bahwa pelaksanaan hukum dalam sistem Khilafah hanya akan merugikan para penjahat dan menguntungkan umat pada umumnya bahkan binatang pun beruntung karena diikat oleh pemiliknya untuk dipelihara dan dimanfaatkan secara wajar dan benar wahai kaum muslimin Bersatulah dalam sistem Khilafah untuk menghadapi perang pemikiran ghazwul Fikri.

Umpamanya di negeri ini Pancasila dan UUD 45 dengan Ketuhanan Yang Maha Esa maka semua orang bebas dan Merdeka menafsirkannya sesuai keyakinannya masing-masing di makanan yang maha esa adalah Qul huwallahu Ahad kalau Kristen adalah Trinitas Adapun Budha dan yang lain-lain merdeka menafsirkannya sesuai dengan keyakinan mereka masing-masing dalam kesatuan hidup di bawah sistem Khilafah dengan prinsip dasar lakum dinukum waliyadin bagimu agamamu dan bagiku Agamaku Allahu Akbar walillah ilham. wallahualam

Sumber : Majalah Al-Khilafah Edisi 80.

Selasa, 28 Mei 2024

Persinggahan bernama Dunia

 



Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wassalam bersabda; “Aku dan dunia ibarat orang dalam perjalanan menunggang kendaraan, lalu berteduh di bawah pohon untuk beristirahat dan setelah itu meninggalkannya…”. (HR. Ibnu Majah)


ღبِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيღ

Saya mulai dengan salam dari Syurga,

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Semoga Kesejahtraan, Shalawat serta salam selalu tercurah kepada kekasih Alam ✿ܓMuhammad Rasulullah Shalallahu ‘Alahi wassalam beserta keluarga, sahabat, dan pengikut yang setia dengan Assunahnya hinga akhir Jaman.


Rasulullah saw dianugerahi mutiara kata kata yang indah dan penuh makna.

Kata kata singkatnya menanamkan kesan mendalam, melembutkan hati dan menyeru jiwa jiwa yang tersesat untuk segera kembali memahami bahwa hidup ini adalah kehidupan untuk hidup yang maha hidup.


Dunia ini sesaat saja,

Rasulullah saw mengibaratkan kita di dunia ini bagaikan seorang musafir yang sedang berteduh dibawah pohon dalam perjalanan berhari hari menempuh ribuan kilometer menuju sebuah tujuan.

Seberapa lama kah kita berteduh untuk beristirahat?


Kita semua beristirahat dibawah pohon itu bukan sekedar melepas lelah.

Kita berteduh untuk mengumpulkan energi, mengumpulkan bekal untuk perjalanan selanjutnya yang teramat sangat panjang..


Mari kita renungkan.

Hidup ini adalah pilihan pilihan..

Dipersinggahan ini kita akan mendapati banyak teman yang membenarkan kita.

Hingga kemudian kita menganggap jalan itu benar.

Sementara Allah ta’ala hanya memberikan dua jalan..

Jalan menuju Nya dan jalanan lain..


Jika kita memilih jalan Allah..

Kebahagiaanya pun harus kita cari dijalan itu, dalam Islam ini.

Manusia yang diberi hidayah akan menapaki jalan itu, meski penuh kerikil…

Mereka tetap melangkah dengan hati yang berbahagia..


Islam yang kita pilih ini adalah jalanan menuju Allah,

Dimana seorang Mukmin dan Mukminat akan berbahagia didalamnya, Dunia dan Akhirat.


Tapi banyak dari mereka tidak berbahagia,

Mereka beriman tapi tidak merasakan manisnya iman…


Mereka terjebak dalam sebuah kekhawatiran panjang.


Mereka mengira bahwa Dunia ini adalah tujuan utamanya. Hingga mereka letih mengejar Dunia dengan susah payah. Bahkan tak jarang mengabaikan jalan yang telah Allah ta’ala tunjukan dengan menempuh jalan lain untuk mencapai keinginannya di Dunia.


Mereka memanjakan nafsunya, mengantar semua keinginan didadanya hingga iblislah yang kemudian membimbingnnya.. membisiki hatinya, mencemari nuraninya.. hingga mata hatinya kemudian buta dan tuli. Jalanan itu tidak jelas lagi, jiwanya telah tersesat di Dunia ini.


Mereka mengerjakan yang halal juga yang haram.

Mereka mencampuradukan Islam dengan logikanya, memilih hukum yang sesuai dengan kebutuhannya..

Hingga jalanan yang mereka telusuri semakin membingungkan.


SEPERTI MENAPAKI JALAN YANG BERCABANG CABANG..


Sahabat..

Hukum Hukum yang Allah Subhana Huwwata’la gariskan tidak selayaknya di sambungkan dengan logika, tapi aktifitas pemikiran kita yang harus diselaraskan dengan informasi dari Al Qur’an yang telah diterangkan dengan al Hadits.


Jika kita telah memilih jalan menuju Allah,

Maka tidak ada pilihan kita harus mengikuti arahan arahan dari Rasul Nya dan mematuhi semua Firman dan ketentuan Nya secara keseluruhan berdasarkan tuntunan Nya, bukan berdasarkan logika atau kebutuhan.


Jika kita mencampuradukan keduanya, maka tentu saja kita tidak akan pernah merasakan manisnya Iman.. tidak.. tidak akan pernah..


Kamu tidak bahagia, kamu tidak merasakan manisnya Iman..

Padahal mengatakan “Aku beriman” tapi tidak berbahagia dalam Iman..

Malah mengatakan bosan dengan kata Iman?


Kemarilah saudaraku..

Lepaskanlah sumbat sumbat emosi difikiranmu.

Semoga Allah melembutkan hatimu, dengarkanlah, biarkan logikamu menerimanya..


Kebahagiaan itu ada dihatimu dan bermulai dari sana,

Diruang hatimulah spectrum Iman memancarkan cahayanya, menerangi aktifitas fikiran dan mengarahkan berbagai reaksi kepada tubuhmu. Mau tidak mau, Iman adalah pokok kebahagiaan seorang Muslim dan Muslimah.


_ღ Iman laksana sebuah pohon dihatimu, naungannya memberi kesejukan.

Dari pohonnya tunas tunas harapan akan terus terlahir, jika terus kamu sirami dia akan berbunga kebahagiaan yang harumnya menebari setiap jalanan yang kamu lalui.. seiring keistiqamahan yang terjaga dari bunga itu akan lahir buah ranum nan indah yang bernama Ikhlas


Jika kamu beriman, kamu akan melaksanakan apa yang kamu Imani..

Jika kamu beriman berarti kamu mengingat Nya, seperti kamu mengingat orang yang kamu Cintai.

Jika kamu mencintai Nya, kamu akan melaksanakan apa apa yang telah Allah dan Rasullnya perintahkan dan menghindari semua hal yang membuat Rabbmu cemburu.


Seluruhnya..


_ღIman tidak sekedar percaya, Iman adalah seni memahami sepenuh hati dan segenap keyakinan, bahwasannya segala details yang terjadi disetiap detik detik kedipan mata, disetiap desiran keinginan yang melinatasi langit langit dihati kita, setiap luka, kesedihan, goresan goresan yang menyayat hati kita – semua telah tertulis dalam perencanaan dan ketentuan takdir Allah Azza wajala yang sempurna.


Sempurna saudaraku..

Disanalah kebahagiaan kebahagiaan yang berkualitas terlahir,

Dalam proses menuju tujuan utamamu, Akhirat..

Karena dunia ini bukan tujuan.


Dalam kondisi Iman seperti inilah semua kekhawatiran, kebingunganmu, keluhan, dan semua bentuk kekufuran nikmat dapat teredam. Disana kamu mampu segera mengarahkan setiap kepingan masalah kepada kata kata syukur..


Kenapa saya begitu yakin dengan kata kata saya?

Karena saya bahagia. Saya ungkapkan deretan kata ini dengan bahagia.

Saya sangat berharap harimu berbahagia, karena selayaknya seorang muslim itu berbahagia.

Maka berbahagialah dengan jalan yang telah kamu pilih…


Berbahagialah dengan Islam-mu dan carilah kebahagiaan didalamnya.


Jangan mengeluh..

Dunia ini bukan tujuan, semuanya akan kita tinggalkan.

Jangan mengeluh, karena kita telah mengaku beriman..

Jangan sempatkan waktu yang singkat ini untuk mengeluh, jangan mengeluh di Bumi Allah yang indah ini.


Jika kita memahami, kita tidak akan sempat buat mengeluh atau bersedih atas sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan akhirat kita..


Jangan mengeluh, karena semua orang beriman akan diuji..

Rasulullah saw bersabda; “Perumpamaan orang mukmin itu seperti tanaman yang selalu digoyangkan oleh hembusan angin karena orang mukmin senantiasa ditimpa berbagai cobaan…”. (Kutifan Shahih Muslim No.5024)


Jangan terlarut dalam lembah keluhan,..

Bangunlah hari sudah siang, usia semakin senja..

Sebentar lagi malam..


Jangan mengeluh kepada manusia..

Mengeluhlah kepada Nya, mintalah kepada Nya..

Ketahuilah bahwa Allah mengetahui setiap lintasan dihatimu.


Allah berfirman;

وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلا يَعْلَمُهَا وَلا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأرْضِ وَلا رَطْبٍ وَلا يَابِسٍ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

“..dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz)”. (QS Al An’aam 59)


Renungkan sekali lagi wahai jiwa jiwa yang berfikir..

Apakah artinya sehelai daun yang telah tua dan menguning jika dibanding dengan hati hati manusia yang mulia? Jikta RABBmu mengetahui setiap dedaunan yang terjatuh, maka apakah sekiranya DIA tidak peduli akan hatimu?


Tidak..

RABBmu tidak pernah merugikanmu..


Allah berfirman;

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.. (QS At Taghaabun 11)


Jika tidak ada satu musibah’pun yang menimpa kita tanpa seizin Nya,

Jika tidak ada selembar daun pun yang jatuh dan meleset dari pengawasan Nya….

Apakah sempat hatimu berkata dan bertanya lagi atas segala ketentuan Nya yang sedang kamu hadapi ?


Masihkah hatimu bertanya tanya “Kenapa cobaan ini tidak henti henti?”


Yakinkanlah, bahwasannya RABBmu itu Maha Penyayang..

RABBmu bukan tidak sayang sama HambaNya dengan badai Ujian yang tiada henti itu.


Buka mata hatimu,

Pahamilah bahwasannya Allah justru menyayangi kita dengan berbagai musibah itu.

Sesungguhnya RABBmu sangat tahu bahwa Neraka Nya itu sangat pedih… hingga Azab itu didahulukan di Dunia, untuk mengurangi beban dosa dosa mu.


Rasulullah saw bersabda;

“…Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamnya tipis (lemah) dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa”. (HR. Bukhari dari Sa’ad bin Abi Waqqash)


Musibah itu untuk membasuh dosa dosamu..

Karena semua dosa itu akan dibalasi..


Bersiaplah…

Kita hanya singgah..

“Bekal untuk sebuah jarak tempuh yang lebih jauh tentu harus lebih banyak daripada persiapan perjalanan yang dekat”.


Akhirat itu akan panjang…

Teramat panjang wahai jiwa jiwa yang berfikir!

Disanalah keabadian..


Arti kehidupan ini bukan kehidupan itu sendiri, tapi akhir dari kehidupan Dunia ini yang akan berlanjut diakhirat.


Hari ini milikmu, maka berbahagialah..

Jangan berkata belum ada kesempatan, hari ini pun adalah kesempatan.

Bukankah Allah ta’ala telah membangunkanmu tadi pagi?


Itu adalah bagian dari perencanaan Nya yang sempurna.

Maka bangkitlah, melangkahlah..

Jangan diam.


Selamat beraktifitas,

Jangan lupa kita semua saat ini hanya sedang berteduh dibawah pohon.. hanya singgah sebentar untuk mengumpulkan bekal, lalu akan pergi lagi meninggalkan semua.. semuanya.


Disini kita hanya beristirahat, beristirahat sebentar untuk mengumpulkan energi, mempersiapkan bekal untuk perjalanan berikutnya yang teramat panjang dan ujungnya tidak berhujung.

 Dunia ini hanyalah persinggahan..

Persinggahan, bernama Dunia.

Layar Kehidupan



Jika kita menyimak baik baik dalam sebuah film yang di suguhkan, ada sebuah pesan atau makna berharga yang ingin disampaikan sang sutradara, tidak semua bisa memahaminya, penonton yang tidak konsentrasi tidak akan menangkap kesan itu yang mereka dapatkan mungkin hanya tawa tawa sesaat yang akan lupa sesaat setelah film itu selesai.

Tentunya sutradara yang hebat, biasanya sengaja menyembunyikan kesan itu agar penonton anthusiasm menikmati film yang disuguhkan hingga selesai.


Hidup ini pun demikian, setiap pagi kita dibangunkan untuk hidup di panggung sandiwara dunia ini.
Kita mendapatkan fasilitas serba gratis yang diberikan Allah sebagai Sutradara Alam semesta, Dia membagi bagikan “peranan” semua Aktor dan Aktrisnya dengan perencanaan yang sangat sempurna dan tidak pernah merugikan pemeran pemerannya.

Ada yang duduk sebagai raja, pengemis, konglomerat hebat, rakyat biasa dan lain lain.
Semua ada maknanya, semua saling membutuhkan. Sang Sutradara yang Maha Adil juga telah memberikan beberapa tantangan didalam semua peranan yang diperankan mahluk Nya dalam menjalani perannya di Dunia yang fatamorgana ini.

Sang Sutradara Alam semesta yang Maha bijak, tidak hanya memberikan Skenario kepada peran peran penting saja, Dia telah memberikan keseluruhan skenario itu kepada seluruh pemeran, semua bisa mempelajarinya.

Sang Sutrada, ingin semua berjalan sesuai skenario yang benar, membenarkan dan diakui kebenarannya; yaitu Al Qur’an. Atas kekuasaan Nya, Dia mmberikan seorang Rasul untuk menerjemahkan skenario itu agar mudah dipahami; yaitu Al Hadits yang menjelaskan Al Qur’an.

Sehingga semua pemeran itu akan bahagia di panggungnya dan sukses meraih nobel; Syurga.

Sang sutradara tidak menilai kredibilitas Aktor dan Aktrisnya dari peran yang ia bawa, tapi sejauh mana mereka mengikuti skenario yang Dia wahyukan..

Sejauh mana mereka bisa menikmati dan mensyukuri perannya,.
Sejauh mana mereka bersungguh sungguh dalam peran yang Tuhan percayakan kepada mereka.
Mereka yang sadar sepenuhnya percaya bahwa peranan yang ia bawakan itu adalah yang telah Sutradara pilihkan untuknya, tentu ia akan bersungguh sungguh dan bahagia dengan hidupnya.

Rasa percaya itu tidak lain adalah Iman.

Ingatlah, bahwasannya Hidup adalah kehidupan untuk hidup yang maha hidup.
Salah satu penyebab sulitnya kebahagiaan untuk dicapai adalah kesalahan tolak ukur yang tercipta dalam fikiran.

Jika parameter itu benar, sesungguhnya ada garansi kebahagiaan bagi mereka yang beriman, tidak ada tawar menawar didalamnya dan kesungguhan adalah rahasianya

Kembali ke layar kehidupan,
Harus kita akui, ternyata tidak semua dari kita memahami nilai berharga yang dia terima dalam peranan hidupnya, sehingga sering mengeluh dan kecewa saat dia memperoleh satu peran yang tidak pernah ia kira sebelumnya atau tidak sesuai rencananya.

Padahal Aktor atau Aktris yang baik dan sukses adalah mereka yang Patuh terhadap sutradara dan Skenario.

Pahamilah, bahwa kewajiban yang diberikan sutradara Adalah bukan paksaan tapi p.e.n.g.k.o.n.d.i.s.i.a.n agar semua Aktor bahagia, sukses di panggung dunia untuk kemudian menikmatinya di Akhirat

Pada kenyataannya; banyak Aktor dan Aktris yang tidak mengikuti jalur jalur skenario, padahal dia tahu panggung itu akan dirubuhkan. Mereka sibuk bercanda tertawa tawa, padahal Assisten Assisten sutradara dan Crew yang berupa Malaikat Malaikat terus memonitor dan mencatat semuanya.

Bahkan dari mereka ada yang bodoh;
Mereka tidak percaya sama sang sutradara, mata hati mereka buta.

Sebagian mereka ada yang pemalas, tidak mau memahami apalagi menghafal skenario, hingga hidupnya tidak bahagia dan tidak tentu arah.

¨*•♫♥ Genggamlah dunia, dengan Pemahaman Iman dan Ilmu. Lalu campakanlah segera sebelum ia mencampakanmu, membenamkan tubuhmu dan mengikat kedua kakimu serta membutakan matamu bahwasannya Panggung Sandiwara Dunia ini akan dirobohkan dalam sebuah suasana dahsyat yang berupa kiamat atau kematian jiwa.

¨*•♫♥ Nobel syurga ada dalam Keridhaan Allah semata sebagai sutradara dan pencipta Alam semesta, dan Hari Akhirat.
¨*•♫♥ Ingatlah, bahwa sutradara bisa berteriak “Cut!” Kapan saja, yang akan menandai berakhirnya peranannmu di dunia fatamorgana Ini.

¨*•♫♥ Allah telah meletakan keduanya didepan agar kmu melihat kedepan, bukan kebelakang.
Melihat kebelakang itu artinya terlalu memikirkan masalalu, berhentilah menyesal dan maafkan masalalumu, seluruhnya, relakan ia jadi kenangan dan jadi files berharga di arsif masalalumu, untukmu. jika bisa, catatlah sebagai pembelajaran untuk saudaramu.

♫•*¨Gunakan matamu yang indah, untuk melihat kedepan ♫•*¨.
Orang cerdas tidak hanya melihat kedepan dengan segala keindahannya. Orang cerdas mampu melihat masa depan dengan segala rintangannya termasuk satu titik yang pasti dilalui, yaitu sebuah jembatan yang akan menghubungkannya dengan kehidupan yang Abadi; akhirat.

Iyah, jembatan kematian.

♫•*¨Masa depan yang sesungguhnya itu akhirat ♫•*¨
Management kehidupan yang baik akan membantu mengoptimalkan persiapan management kematianmu. Tapi meski demikian, urgensi management kematian lebih penting karena kita benar benar tidak tahu kapan kita akan menghadap Allah.

♫•*¨Peluru kematian telah dilepas dan sedang menujumu, kearahmu.. peluru kematian sudah dilepas dengan taqdir Allah yang maha benar, dan sedang menujumu..

Jangan bertanya kapan? karena aku tidak tahu, dan tak ada seorangpun yang tahu. Yang pasti dia, sedang melesat dan akan mencapai mu di sebuah tempat dan waktu yang telah ditentukan oleh perencanaan Allah yang tidak pernah meleset.

♫•*¨Ingat peluru itu sedang menuju kearah kita
Berhentilah menyesal dan maafkan masalalumu, sungguh kita tidak punya banyak waktu untuk memikirkan masalalu,
Hidup ini sangat singkat, optimalkanlah profesionalisme dalam beramal..

Agar persinggahan kita di bumi ini akan kita kenang di akhirat kelak, tak apa banyak duri duri yang menggigiti langkah kakimu telanjangmu..karena keseluruhannya dunia ini, ujian ujian.

♫•*¨Gelombang ujian itu tidak akan berhenti menerpa..
Kita tidak berhak melawannya, Tetap tenang dalam gelombang, jangan biarkan gelombang membawamu ketempat yang tidak kamu ingini. Berdirilah, siapkan secangkir ketenangan dan berselancarlah disetiap gelombang yang menemuimu. lalu lihat keindahannya..


NAI