Khilafatul Muslimin Daulah Sumatera

Semoga Alloh Meridhoi setiap langkah kita.

Rahmatan Lil Alamin

Bersatu Wajib dan Haram berpecah belah

Besabar dan bertakwa

Sungguh Alloh sebaik baik penolong kepada hambanya yang beriman dalam mengerjakan kebajikan.

Alloh maha mengetahui apa yang mereka perbuat

Alloh akan menolong siapa saja yang berlaku jujur serta meninggalkan perbuatan yang tidak terpuji.

Khalifah adalah ulil amri umat islam sedunia

Tanpa kepemimpinan mustahil umat islam bisa bersatu, dan mustahil hukum Alloh bisa di tegakkan tanpa adanya kepemimpinan dan persatuan umat islam (berkhilafah).

Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 September 2024

Khilafah antara yang dirindukan dan diabaikan

 







Khilafah antara yang dirindukan dan diabaikan

Oleh : Ust. Supriono Hadi 

Wizaarotut Tarbiyyah wat Ta'lim Daulah Sumatera 

Hari ini, hampir tidak ada kalangan yang tak membicarakan bahkan meperdebatkan soal Khilafah. Tak hanya dari kalangan biasa, kalangan akademisi, media televisi, bahkan penguasapun tak luput dari membahas topik panas tersebut.


Namun sayangnya, kebanyakan mereka berpandangan bahwa Khilafah adalah ideologi sesat, terlarang dan bahkan dianggap mengancam keutuhan NKRI. Karena itu, banyak cara penguasa untuk menghentikan dakwah tentangnya, apalagi ketika mereka merasa terancam kekuasaannya seperti saat ini. Stigma negatif dan fitnah keji dilempar ke publik untuk menjerat jamaah dan personal yang memperjuangkannya.


Sebenarnya, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan adanya dakwah Khilafah hari ini. Karena ia adalah mahkhrojan / jalan keluar (solusi) terhadap segala persoalan umat sesuai syariat Islam.


berKhilafah adalah dalam rangka untuk beribadah kepada Allah untuk melaksanakan perintahNya yaitu bertaqwa sebenar-benarnya Taawa dan tidak mati melainkan dalam keadaan berserah diri kepada Allah sebagaimana dalam Al qur'an surat ali imron ayat 102-103.


Terlebih lagi, Khilafah diyakini sebagai janji Allah SWT dan kabar gembira dari Rasulullah SAW. Pasti akan kembali tegak. Dengan atau tanpa andil kita dalam menegakkannya. Hanya saja juga diyakini jika ketika seseorang memilih untuk ikut andil menegakkannya maka pahala akan Allah SWT limpahkan pada yang mengikutinya. Akan tetapi jika memilih untuk menghalanginya, maka dosa akan Allah SWT berikan pada yang mengingkarinya, dan akan dimasukkan kedalam golongan orang-orang dzolim yang menghalangi tegaknya Khilafah.


Tegaknya Khilafah ini pasti akan terjadi, waktunya semakin dekat. Ini adalah pasti. Salah satu indikasinya adalah semakin represifnya kumpulan orang-orang dzolim terhadap khilafah. Semakin jahatnya makar orang-orang dzolim. Persekusi dan monsterisasi terhadap Khilafah semakin tajam. Larangan tentang pembicaraan Khilafah semakin getol dilakukan oleh orang-orang dzolim, bahkan orang-orang dzolim ini sampai hati untuk menangkap, memfitnah,  memenjarakan bahkan membunuh orang-orang yang berbicara syariat (Khilafah). Padahal Khilafah adalah ajaran Islam, yang Rasulullah Muhammad SAW mengajarkannya kepada para sahabat dan umatnya.


Artinya membenci Khilafah sama dengan membenci ajaran Islam. Membenci ajaran Islam sama dengan membenci Rasulullah Muhammad SAW yang mengajarkannya. Membenci RasulNya sama dengan membenci Allah SWT yang mengutusnya. Maka para pembenci Khilafah adalah kumpulan orang-orang dzolim yang terwesternisasi yang membenci Allah SWT dan RasulNya. Naudzubillah.


Maka tidak akan pernah beruntung orang-orang yang membenci, mempersekusi dan mengkriminalisasi Khilafah. Tersebab seolah mereka berusaha untuk menghalangi terbitnya matahari. Akan sia-sia dan hanya berkontribusi pada tumpukan dosa dan dosa saja.


Waallahu alam bishshowwab

Senin, 02 September 2024

Amal Sholeh (gotong royong) warga Khilafah Se Lampung di Al -Jaamiah Abat Lampung

 


Lampung Selatan, 1 September 2024 — Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi pemandangan yang indah di Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah Jami’ah Abat (PPUI) Margodadi, Lampung, ketika 200 warga Khilafatul Muslimin dari wilayah Bandar Lampung bahu-membahu melaksanakan amal sholeh. Program bulanan yang digagas oleh Khilafatul Muslimin ini difokuskan pada kegiatan pembuatan pagar bambu dan pembersihan area pondok pesantren.

Pagi itu, area PPUI Jami’ah sudah dipenuhi dengan warga yang datang dengan penuh semangat. Mereka membawa berbagai peralatan, mulai dari cangkul, golok, hingga sapu lidi, untuk membantu membersihkan dan memperbaiki area pondok. Pekerjaan dimulai dengan pembuatan pagar bambu yang mengelilingi pondok pesantren, sebuah pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan ketekunan. Di sisi lain, beberapa kelompok warga sibuk membersihkan areal pondok, memastikan lingkungan tetap bersih dan nyaman.

Koordinator kegiatan amal sholeh ini, Ustadz Imam Syaukani, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program bulanan yang rutin dilakukan oleh warga Khilafatul Muslimin di Lampung. “Ini adalah program bulanan warga Khilafatul Muslimin khususnya yang ada di Lampung. Seluruh aktivitas pembangunan pondok ini, dari awal sampai hari ini adalah hasil kerja keras warga khilafah, tidak ada bantuan proposal,” ujar Ustadz Imam dengan senyum.

Menurut Ustadz Imam, program ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki dan mempercantik lingkungan pondok, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat ukhuwah di antara warga. Melalui amal sholeh seperti ini, warga bisa saling berbagi, bekerja sama, dan merasakan manfaat dari kebersamaan. “Ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi juga bagian dari ibadah dan upaya kita untuk terus berbuat baik,” tambahnya.

Antusiasme warga sangat terlihat dari wajah-wajah ceria mereka yang bersemangat menjalankan kegiatan ini. Seorang warga yang ikut serta, Deswan, mengungkapkan rasa syukurnya dapat terlibat dalam kegiatan amal ini. “Kami sangat senang, dengan adanya amal sholeh ini, kami jadi memperbanyak amal yang dapat menghantarkan ke surga-Nya, in syaa Allah. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk beramal bersama, sekaligus mempererat tali silaturahim,” tuturnya.

Warga lain, Fajarudin, juga menyatakan kebahagiaannya bisa terlibat dalam kegiatan ini. “Amal sholeh seperti ini membuat kami merasa lebih dekat satu sama lain. Selain itu, kami juga merasa bangga bisa berkontribusi langsung dalam pembangunan pondok yang menjadi tempat menimba ilmu agama,” kata Fajar sambil tersenyum.

Tak hanya sekadar kegiatan rutin, amal sholeh ini juga menjadi ajang untuk mengasah keterampilan warga, terutama dalam hal pertukangan dan manajemen lingkungan. Proses pembuatan pagar bambu, misalnya, memerlukan teknik khusus yang dipelajari bersama oleh warga. Selain itu, kegiatan pembersihan areal pondok mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari ajaran Islam.

Warga Khilafatul Muslimin berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain. Mereka percaya bahwa dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, setiap tantangan dapat dihadapi dengan lebih ringan. Lebih dari itu, mereka juga berharap bahwa apa yang mereka lakukan dapat menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski mereka telah tiada.

Dengan semangat membara dan niat yang tulus, warga Khilafatul Muslimin membuktikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak selalu bergantung pada bantuan eksternal. Mereka yakin bahwa kerja keras, keikhlasan, dan kebersamaan adalah kunci utama untuk mencapai keberhasilan dalam setiap usaha, termasuk dalam membangun pondok pesantren yang mereka cintai.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa amal sholeh tidak hanya membawa manfaat bagi lingkungan, tetapi juga memperkaya jiwa dan mempererat tali silaturahim di antara warga. Dengan harapan dan doa yang tulus, warga Khilafatul Muslimin terus melangkah bersama, membangun dan merawat pondok pesantren dengan segenap hati, demi kebaikan dunia dan akhirat.

Jumat, 02 Agustus 2024

INFORMASI MABIT PUSAT KHILAFATUL MUSLIMIN


 ✨ Wizaarotut Tarbiyyah wat Ta'lim Pusat ✨



INFORMASI MABIT PUSAT KHILAFATUL MUSLIMIN


السلام عليكم ورحمة اللـــــــــــــــه وبركاتـــــــــــــــه


Dalam rangka beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala, bahwa acara *Mabit Bulan Shafar 1446 H* Insyaa Allah Akan di laksanakan pada : 


🗓 Hari/Tanggal : *Senin (Malam Selasa)*

*1 Shafar 1446 H* 


🕌 Tempat : *Masjid Al-Khilafah, Kantor pusat Khilafatul Muslimin. Bumi waras Bandar Lampung.*


⏰ Waktu : Jam *20.30 wib s/d Selesai*


📝 Rangkaian acara : 

1. Muqaddimah

2. Pembacaan ayat suci Al-Qur'an

3. Tausiah Mabit Oleh Wazir Nasyrah wal Idza'ah Pusat (Ust. Wuri Handoyo)

4. Tanya Jawab

5. Pengumuman-Pengumuman

6. Penutup / Break Istirahat untuk Qiyamullail 

7. Tausyiah Shubuh Oleh Amir Daulah Sumatera(Ustadz Imam Syaukani)



*📝 Qiyamullail, Shalat Subuh Berjamaah, Tausyiah Subuh.*



*Mabit ini Wajib dihadiri Oleh Staff Pusat, Amir Daulah beserta Staff, dan  Amir Wilayah beserta Staff se-Lampung, Murabbi se-Lampung.*


🎥Live streaming : Al-khilafah channel (fp)

==================================


Kesehatan Gratis : 

" Hijamah (Bekam), Akupuntur, pijat syaraf, Fashdu, Refleksi mata, pijat bayi  dsb " 


Pelaksanaan Kesehatan Gratis : 

Setiap Hari : Ahad, Rabu, Kamis, Sabtu

Jam 08.00 s/d 13 00 WIB

Tempat : Kantor pusat Khilafatul Muslimin lt.2

Catatan:

#Khusus Ikhwan


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


"Bagi yang berkepentingan diharapkan kehadirannya tepat waktu"


Jazakumullahu Khoiron


الحمد لله ربّ العالمين


 والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 

 

www.khilafatulmuslimin.net


#KhilafatulMuslimin

#RahmatanLilAlamin

#WadahPemersatuUmmatSedunia

Rabu, 31 Juli 2024

Tanya Jawab, Peradaban Islam Pasti Kembali

 











Tanya Jawab 

Peradaban Islam Pasti Kembali

Oleh: Prof. Dr.-Ing. Fahmi Amhar

Nasroh Sumatera, TANYA JAWAB — Di tengah hegemoni dan dominasi ideologi kapitalisme saat ini, tentu kita patut bertanya, sejauh mana peradaban Barat kapitalisme berdampak pada dunia, khususnya dunia Islam? Berapa lama peradaban Barat kapitalisme bisa bertahan? Bagaimana dengan peradaban Islam? 


Mungkinkah kaum muslim mampu menghadirkan kembali peradaban Islam yang agung? Bagaimana caranya? Bisakah peradaban Islam yang unggul menggantikan peradaban Barat yang saat ini terbukti banyak menimbulkan kerusakan bagi dunia?


Itulah di antara pertanyaan yang diajukan kepada Prof. Dr.-Ing. Fahmi Amhar, Anggota Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE). Berikut ini jawabannya.


Pertanyaan (T): Bagaimana kondisi peradaban dunia sekarang ini di bawah kepemimpinan ideologi kapitalisme?

Jawaban (J): Mewabahnya doktrin-doktrin yang merupakan anak-anak haram sekularisme. Sekularisme adalah doktrin yang menegaskan bahwa agama tidak boleh dibawa-bawa ke kehidupan publik atau ke ruang publik. Ruang publik harus diisi dengan sesuatu yang rasional, sedangkan agama itu tidak rasional. Dari rahim sekularisme inilah muncul doktrin-doktrin turunannya, seperti liberalisme, pluralisme, demokrasi, kapitalisme, dan imperialisme.


T: Apa yang membuat peradaban kapitalisme itu merusak sumber daya manusia (SDM)?

J: Pertama dan terutama adalah doktrin liberalisme, “Biarkan semua bebas berbicara, berperilaku, berkeyakinan/beragama, dan memilih cara memiliki sesuatu selama tidak mengganggu kebebasan orang lain.”


Kedua, doktrin pluralisme. Pluralisme bukan pluralitas! Kalau pluralitas, itu sebuah kenyataan. Adapun pluralisme adalah doktrin bahwa ruang publik jangan didominasi salah satu kelompok atau partai tertentu saja, ya. Biarkan semua berkontribusi.


Doktrin ini bagi orang-orang yang kurang terdidik atau kurang berpandangan jauh ke depan akan memunculkan permisifisme. Oleh karena itu, di Barat, perilaku menyimpang seperti L678Q+ tumbuh subur. Semula karena dianggap tidak merugikan orang lain selama dilakukan secara konsensual (saling suka).


Demikian juga bisnis yang belum tampak dampak sosial atau lingkungannya, pasti dibiarkan. Aneka situs perjudian atau pornografi yang canggih, kini bahkan dengan didukung teknologi, akan dibiarkan. Paling cuma dibatasi sana-sini, semisal tidak boleh melibatkan anak di bawah umur, dsb..


T: Apa pula yang membuat peradaban kapitalisme itu merusak sumber daya alam (SDA)?

J: Ini doktrin kapitalisme, yaitu membiarkan “kekuatan gaib tangan-tangan pasar” mengatur dirinya sendiri. Bagaimana (agar) distribusi barang dan jasa otomatis teroptimalkan untuk kebahagiaan semua orang, padahal tujuan orang ke pasar itu untuk mendapatkan profit maksimal. Ketika kebahagiaan hanya dinilai dari materi, maka kegagalan peserta pasar berarti akhir dari segalanya.


Walhasil, hal-hal yang belum diatur oleh undang-undang, selama memberikan manfaat/keuntungan, akan diusahakan. Ini bisa termasuk minyak bumi, batubara, emas, dan mineral lainnya. Pendidikan, kesehatan, keamanan, dan keadilan juga dianggap seperti komoditas bisnis lainnya.


Pada era digital saat ini, situs internet atau konten media sosial apa pun akan terangkat, bukan oleh kualitasnya, tetapi kalau dapat like and share yang banyak. Yang banyak itulah yang potensial menguntungkan untuk ditumpangi iklan.


T: Apa pengaruh peradaban kapitalisme terhadap dunia Islam secara politik?

J: Doktrin lanjutan dari kapitalisme adalah imperialisme. Dunia Islam saat ini adalah objek, bukan subjek. Target, bukan aktor. Mereka ditarget oleh kekuatan imperialis sebagai sumber bahan mentah dan pasar produk mereka.


Oleh karena itu, politik di dunia Islam dirancang yang menguntungkan mereka. Kalau diktator yang ada itu pro mereka, maka urusan selesai. Namun, kalau diktator yang ada kontra dengan mereka, mereka akan meneriakkan demokrasi.


Doktrin demokrasi adalah dari, oleh, dan untuk rakyat. Jadi mereka ajarkan bahwa kedaulatan hukum itu ada pada rakyat sehingga penguasa wajib berasal dari rakyat dan bekerja untuk rakyat. Namun, dalam hal ini mereka berdusta. Jika proses demokrasi menghasilkan pemimpin yang dekat dengan Islam, lalu memperjuangkan kedaulatan hukum Islam seperti yang diyakini mayoritas rakyat yang muslim, kekuatan imperialis Barat akan mengaborsi mereka, menuduh mereka radikal atau memfitnah mereka dalam satu barisan dengan terorisme.


T: Secara ekonomi bagaimana?

J: Akibat imperialisme, ekonomi negeri-negeri muslim jelas tidak sepenuhnya berdaulat. Sekalipun GDP atau income per kapita tinggi, ekonomi mereka rapuh oleh pengaruh asing, terancam oleh fluktuasi ekonomi dunia, bahkan rawan runtuh apabila diembargo sewaktu-waktu.


T: Kalau secara sosial budaya?

J: Budaya di negeri-negeri muslim itu ada dua. Satu yang khas Islam, yang berakar dari ajaran Islam seperti ritual Ramadan/hari raya, pernikahan dan kematian, pakaian yang menutup aurat, atau makanan yang halal. Satunya lagi yang khas etnis atau kedaerahan, seperti aneka makanan, kain batik, atau arsitektur.


Barat mendesak budaya di negeri muslim itu sedemikian rupa sehingga akhirnya budaya yang diunggulkan hanyalah yang berbau etnis atau kedaerahan. Budaya yang terbentuk dari ajaran Islam akan makin disamarkan atau dimodifikasi sedemikian rupa agar bisa dikapitalisasi. 


Oleh karena itulah, ritual Ramadan tidak terasa makin kental suasana ruhiah-nya, tetapi terasa makin gebyar komersialnya. Bangunan masjid yang semula cukup sederhana, tetapi terasa makmur, sekarang dibuat mewah dan tentunya mahal, tetapi mungkin malah sepi dari jemaah salat lima waktu.


Di kancah pergaulan internasional, umat Islam mengalami sindrom minder-wertig-complex (kurang percaya diri) ketika dikenal sebagai muslim. Mereka lebih suka dikenal sebagai Indonesia, Persia, atau Mesir. Di banyak kantor kedutaan besar mereka di luar negeri, yang dipajang adalah produk budaya pra-Islam, sampai orang terkejut ketika mengetahui bahwa mayoritas populasi negeri itu adalah muslim.


T: Bisakah peradaban Islam itu menjadi alternatif dunia?

J: Bisa, asalkan umat Islam berhasil membangkitkan diri mereka sendiri dahulu. Mereka harus bisa lepas dari jerat-jerat sekularisme dan memperbaiki ekonomi, politik, dan budaya dengan Islam. Juga menyelesaikan semua persoalan seperti kebodohan, kemiskinan, ketergantungan kepada asing, dan lain-lain. Baru mereka bisa menunjukkan ideologi Islam sebagai alternatif bagi dunia?


T: Apa saja keunggulan peradaban Islam dibandingkan dengan peradaban kapitalisme?

J: Peradaban Islam didirikan di atas basis akidah Islam. Di atas keimanan bahwa ada Allah Sang Pencipta alam semesta yang Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Allah tahu apa yang diperlukan oleh manusia untuk hidup dengan baik dan benar di dunia ini. 


Allah menurunkan berbagai aturan, sedangkan Allah tidak punya bias kepentingan apa pun. Ini berbeda dengan demokrasi yang bias kepentingan oligarki yang bisa mengendalikan partai politik dan opini publik. Benarnya demokrasi kadang dibatasi sekat-sekat negara bangsa, atau sekat-sekat program lima tahun periode pemerintahannya.


T: Apa saja bukti-bukti kejayaan peradaban Islam dalam sejarah?

J: Ada beberapa parameter untuk menilai kejayaan peradaban Islam. Pertama, peradaban Islam itu membekas di tempat-tempat yang ia naungi, sekalipun kekuasaan Islam sudah tidak ada di sana. Bahkan di Spanyol yang terjadi genosida pasca-reconquista dan hampir seluruh umat Islam terbunuh atau terusir, masih banyak teknologi dan tradisi Islam yang masih hidup tanpa disadari oleh orang-orang Spanyol. Irigasi, istana, dan taman-taman masih dapat disaksikan hingga hari ini. Aneka makanan, kosakata hingga tradisi tidur siang (siesta) masih terlihat di kehidupan sehari-hari.


Kedua, peradaban Islam itu tidak eksploitatif. Islam berkuasa di Barat dan di Timur, tetapi tidak menjarah atau menyedot sumber daya wilayah yang ia taklukkan untuk kemewahan pusat. Tidak seperti penjajahan oleh bangsa-bangsa Eropa.


Ketiga, peradaban Islam itu membuka akses atas ilmu pengetahuan dan kemakmuran bagi siapa pun, tanpa pembedaan agama, kasta, ataupun asal-usul. Lebih banyak ilmuwan besar non-Arab daripada Arab. Bahkan banyak ilmuwan dari India yang pada masa itu hijrah ke wilayah Islam karena di sana bisa berkarier tanpa hambatan kasta. Orang-orang koptik di Mesir atau majusi di Persia masih ada hingga hari ini. Ini karena pada era peradaban Islam mereka tidak pernah dipaksa untuk pindah masuk ke agama Islam.


Keempat, peradaban Islam itu sustainable, bertahan berabad-abad di wilayah yang sangat luas. Mustahil sebuah peradaban yang zalim dan self-destructive bisa bertahan selama itu. Peradaban Islam baru runtuh setelah taraf berpikir umat turun, daya kritis mereka pada kekuasaan melemah. Akibatnya, para penguasa tenggelam dalam kemewahan dan abai pada persoalan umat. Umat akhirnya tidak puas pada layanan negara. Lalu muncul semangat separatisme dan nasionalisme yang merusak persatuan umat.


T: Bagaimana agar peradaban Islam dapat diwujudkan lagi, bahkan memimpin dunia sebagaimana sebelumnya?

J: Ibnu Khaldun pernah menasihati begini, bahwa era yang berat akan cenderung menghasilkan generasi yang hebat, selama mereka sabar dan tekun belajar. Nanti generasi yang hebat itu akan menghasilkan era yang mudah. Namun, era yang mudah itu harus dijaga dengan terus berdakwah dan tidak lengah atau tenggelam dalam hidup bermewah-mewah. Jika tidak, era yang mudah itu justru akan melahirkan generasi yang lemah dan generasi yang lemah itu rawan mengembalikan kita ke era yang berat.


Jadi, kita sekarang ini harus bersabar, tekun belajar, dan bekerja keras, berjuang agar peradaban Islam kembali, hukum-hukum Islam secara kafah kembali hadir ke kehidupan publik.


T: Sebagian umat Islam silau dengan kemajuan peradaban Barat. Apakah kemajuan tersebut membawa kerahmatan?

J: Bergantung pada cara kita menilai kerahmatan itu apa. Kalau yang dimaksud adalah perlakuan yang adil terhadap rakyat, perlindungan terhadap minoritas, akses pendidikan dan kesehatan yang terjamin, lingkungan yang bersih dan tertata, layanan publik yang bebas korupsi, angka pengangguran yang rendah, bahkan insentif untuk keluarga yang memiliki anak maka kehidupan di Barat jauh lebih menyenangkan. Bukankah semua itu juga hal-hal yang islami yang di Dunia Islam saat ini malah kurang ditemukan?


Namun, di Barat juga kita temukan, makin banyak orang terjebak dalam perjudian, alkoholisme, dan penggunaan narkoba. Makin banyak yang depresi akibat tidak memiliki keluarga yang harmonis. Makin banyak yang terseret ke seks bebas dan makin sedikit yang menikah. Bahkan makin banyak pula yang kini ikut arus L678Q+. Anehnya, justru yang semacam ini juga diikuti oleh banyak masyarakat di negeri-negeri muslim.


T: Tingkat pendapatan negara-negara Barat sangat tinggi. Sebaliknya, pendapatan rendah terjadi di negeri-negeri Islam. Mengapa demikian?

J: Tidak selalu juga. Di negeri-negeri muslim yang kaya sumber daya alam, seperti UEA, Qatar, atau Brunei, pendapatan sangat tinggi. Namun, secara umum memang pendapatan negeri-negeri Islam lebih rendah dibandingkan negara-negara Barat. Hal ini karena produktivitas mereka sangat rendah dan korupsi penguasanya sangat tinggi.


T: Apa penyebab ketimpangan ekonomi begitu ekstrem antara dunia Barat dan dunia Islam?

J: Kualitas sumber daya manusianya, budaya masyarakatnya, dan kepemimpinan penguasanya. Di Barat, sekalipun penyakit sosial makin banyak, masih cukup banyak orang-orang yang mengambil tanggung jawab untuk bekerja dengan jujur dan profesional. Budaya masyarakatnya masih menghargai ilmu dan menghargai kerja, tidak semata-mata kaya secara instan. Mereka masih punya para pemimpin yang memiliki integritas, tidak aji mumpung, dan dapat diteladani.


Ini berbeda dengan dunia Islam hari ini. Banyak pengangguran, tetapi para pengusaha juga kesulitan mencari pekerja yang jujur dan profesional. Masyarakatnya lebih banyak yang bermimpi bagaimana cepat kaya secara instan. Para pemimpinnya hanya memikirkan diri sendiri.


T: Apakah benar sistem ekonomi Barat penyebab kerusakan ekonomi global?

J: Sistem ekonomi Barat memang dikritik oleh para ekonom mereka sendiri sebagai “greedy” (serakah). Namun, itu tidak pada seluruh masyarakat Barat. Mereka mengkritik “the 1%”, yakni segelintir elite kapitalis saja. Karena rakyat di Barat sendiri kritis, keserakahan itu tidak lagi dapat diterapkan di negerinya. Oleh karena itu, para kapitalis akan mencari lahan baru di seluruh dunia. Itulah globalisasi. Penjajahan ekonomi gaya baru.


Di negeri-negeri sasaran mereka itu, mereka tidak begitu peduli soal lingkungan atau perlindungan sosial. Oleh karena itu juga, globalisasi itu harus selaras dengan nasionalisme, dalam arti elite global itu harus berpikir dalam sekat-sekat kebangsaan. 


Di negeri asal mereka, mereka setuju pada isu lingkungan atau perlindungan anak. Namun, di negeri sasaran mereka, isu lingkungan atau perlindungan anak hanya diperhatikan sepanjang tidak mengurangi keuntungan bisnisnya.


T: Sistem politik demokrasi dari Barat di puja-puji memberi transparansi dan keadilan bagi semua pemegang hak pilih. Apakah demikian adanya?

J: Demokrasi memang memberi jalan agar masyarakat bebas berpendapat (tampak dari kebebasan pers), bebas berserikat (tampak dari kebebasan membentuk ormas dan parol), bebas memilih (ada pemilu), dan bebas berpartisipasi dalam pemerintahan (ada parlemen yang mengontrol pemerintah). Ini memang berjalan dengan baik di negara-negara Barat.


Namun, tentu ada masa-masa ketika demokrasi ini error, baik dalam memilih figur pemimpin yang tepat atau memutuskan kebijakan publik yang benar. Semua bergantung pada tingkat kesadaran politik rakyat juga. Ini mungkin bisa dimainkan oleh para opinion leader.


Demokrasi di Jerman pernah menghasilkan diktator seperti Hitler. Demokrasi di Amerika pernah melarang minuman keras, tetapi kemudian mengizinkannya kembali. Saat ini, demokrasi di hampir seluruh negara Barat mengijinkan pernikahan sejenis (L678Q+). Anehnya, mereka melarang pernikahan poligami.


T: Benarkah dalam sistem demokrasi, pemimpin membela kepentingan rakyat? Atau sebaliknya membela oligarki?

J: Bergantung pada tingkat pendidikan dan kesadaran politik di negeri itu. Jika literasi politik masyarakatnya tinggi, niscaya oligarki akan sedikit sekali mendapat peluang.


Namun, kalau itu menyangkut luar negeri, kadang-kadang memang empati rakyat akan terbatasi oleh tembok nasionalisme. Oleh karena itulah, rakyat Amerika memilih kembali Presiden G. W. Bush untuk jabatan kedua. Parlemennya sepakat untuk membiayai perang di Irak dan Afganistan yang diserukan Bush atas nama Global War of Terrorism. 


Rakyat Amerika tidak peduli dengan malapetaka di negara lain selama negeri mereka tetap jaya. Perang bahkan dianggap membuka banyak sekali kesempatan kerja, terutama di pabrik-pabrik senjata, juga nanti di sektor konstruksi untuk pascaperang, selain juga di sektor finansial.


T: Benarkah sistem demokrasi akan menjamin kesejahteraan rakyat?

J: Lagi-lagi bergantung pada banyak faktor. Di Eropa kontinental, dengan mazhab ekonomi sosialisme yang masih kuat, kesejahteraan rakyat lebih terjamin daripada di Amerika yang mazhab ekonomi liberal lebih dominan. 


Di Eropa, akses pendidikan gratis atau sangat murah dari TK sampai S3. Semua warga juga punya jaminan kesehatan. Beda dengan di Amerika yang pendidikan dan kesehatan sangat mahal. Cuma ada sedikit beasiswa bagi yang sangat cerdas.


T: Budaya berperilaku bebas dijajakan oleh Barat. Di manakah letak bahayanya?

J: Pada kelangsungan generasi. Sekarang ini, di kampus-kampus sulit (seperti fisika nuklir, atau bioteknologi), makin banyak akademisi yang non-Amerika. Mengapa? Karena makin sedikit orang Amerika yang mau belajar yang sulit-sulit. Mereka generasi lemah akibat era yang mudah!


Mungkin kalau umat Islam bersabar dan siap belajar lebih tekun, suatu hari nanti Amerika akan dikuasai oleh talenta-talenta muslim yang siap menolong dunia dengan menerapkan Islam kafah.

Sumber: Al-Wa’ie

Senin, 22 Juli 2024

Nahwu Shorof, Q.S An-nisa ayat 100

 

Nahwu Shorof, Q.S An-nisa ayat 100

Oleh : Ust. Supriono Hadi


Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Kamis, 18 Juli 2024

Khilafah bukan negara


Khilafah bukan negara

Oleh : Ust. Supriono Hadi (Wazir Tarbiyyah wat Ta'lim Daulah Sumatera)

Saat kita berada dalam suasana yang emosional dan cenderung membawa segalanya ké Garis ekstrem, mungkin sudah masanya untuk kita belajar kembali memahami segala sesuatu dengan "akal sehat" dan "penglihatan yang imbang". Memang, disaat fanatisme meninggi karena ragam faktor, termasuk faktor politik, akal cenderung dikecilkan bahkan dikucilkan. Akibatnya penglihatan menjadi sempit, bahkan kabur melihat kebenaran.   Demikian juga ketika kita berbicara tentang khilafah, pada umumnya umat memahaminya bahwa khilafah adalah sebuah negara. Maka dengan demikian akan menyebabkan penyempitan terhadap makna khilafah itu sendiri, karena khilafah itu adalah fil ardh sebagaimana yang telah Allah sebutkan dalam Al -Quran surat 2:30.


Ayat tersebut menjelaskan, tujuan utama penciptaan manusia yang pertama adalah menjadi khalifah dimuka bumi dan akan mempertanggung jawabkan tugas kekhalifahannya itu dihadapan Allah.


Islam memandang manusia sebagai makhluk yang mulia dan bermartabat diberi tanggung jawab untuk mengelola kehidupan dimuka bumi atau dalam istilah Al-Quran disebut khalifah fil ardh, dan tugas utama sebagai khalifah adalah mewujudkan kemakmuran, kesejahteraan dan kedamaian bagi semua makhluk dialam semesta (rahmatan lil alamiin).


Kemudian tujuan utama penciptaan manusia yang kedua adalah untuk beribadah, sebagaimana Allah SWT sebutkan dalam Al Qur'an surat 55:56. Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidaklah menjadikan jin dan manusia melainkan untuk beribadah.


Kemudian, apa korelasi/hubungan antara tujuan dari penciptaan manusia sebagai khalifah fil ardh dan ibadah????


Yaitu, manusia dikatakan beribadah kepada Allah apabila berusaha mewujudkan kekhalifahannya dimuka bumi ini, dan justru sebaliknya manusia disebut bermaksiat atau durhaka kepada Allah SWT, apabila manusia itu menghalangi, menolak atau tidak menegakkan kekhalifahan Allah SWT dimuka bumi ini.


Lantas, apakah alasan-alasan yang menyebabkan umat ini, mayoritas memahami bahwa khilafah itu adalah sebuah negara???


Maka, dari hasil dialog bersama berapa umat islam pada umumnya kita dapat menarik garis kesimpulan, yaitu, bahwa yang dijadikan rujukannya adalah sejarah khalifah pertama setelah kenabian/Nabi muhammad saw yaitu khalifah abu bakar ash shiddiq, yang pada dasarnya sebagai pelanjut estafeta perjuangan Rasulullah saw pada waktu itu, dan memiliki wilayah yaitu madinah. Dari sinilah dipahami oleh kebanyakan umat bahwa Rasulullah saw dan para sahabat memiliki wilayah kekuasaan dimadinah disebut sebagai daulah/negara madinah padahal madinah itu sebuah tempat atau kota seperti halnya mekkah yang berada dibawah negara Arab saat ini.


Maka itulah kami melihat betapa pintarnya musuh-musuh islam mencekoki umat islam dengan pemahaman-pemahaman bahwa khilafah adalah sebuah negara, sehingga yang ada dibenak pikiran umat islam pada umumnya adalah bahwa khilafah itu negara, padahal bukan!!! Berkhilafah itu dalam rangka untuk beribadah dan sebagai kewajiban yang memiliki sebuah konsekuensi yaitu harus dilaksanakan oleh orang-orang beriman dan jika tidak akan bernilai dosa dihadapan Allah SWT.


Dan yang kedua berkhilafah adalah dalam rangka untuk melaksanakan perintah Allah yaitu ber'itishom bihablillaahi jaami'an wala tafarraqu sebagaimana dalam alQur'an surat 3 ayat 103 dan ini juga termasuk jawaban perintah Allah dalam ayat sebelumnya yaitu ayat 102, agar dapat bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya Taqwa dan tidak mati melainkan dalam keadaan berserah diri kepada Allah SWT.


Waallahu alam bishshowwab

Senin, 15 Juli 2024

Momentum 1 Muharram 1446 H Khilafatul Muslimin mengadakan Jalan Sehat

Ahad, 01 Muharram 1446 H Bandarlampung, Menjadi momentum Syiar jalan sehat yang diadakan oleh Struktural wilayah Bandar Lampung yang di ketuai langsung oleh Amir Wilayahnya nya ust. Abu Bakar. Acara tersebut dalam rangka syiar dan jalan sehat bertepatan pd tgl 1 Muharram 1446 H (tahun baru islam). 



Rabu, 12 Juni 2024

WASPADAI HARI ARAFAH

 

WASPADAI HARI ARAFAH


Bukan hari untuk beberes rumah,  belanja, tidur atau istirahat.


Ia adalah hari agung dan mulia. Bahkan Allah menyebut Ahli Arafah adalah penduduk langit.

Hari pembebasan dari api neraka.

Hari ketaatan,

Hari mujahadah dengan ibadah,

Dan waktu yang paling agung untuk berdoa adalah hari arafah


Berusahalah memenuhi hari itu dengan ketaatan atau taqarrub pada Allah.  Seandainya saja kamu memiliki satu permata dunia, pasti kamu akan tergoda dan tergila-gila. 

Apatah lagi jika kamu memiliki satu hari paling baik di dunia? 


Jika lailatul Qadar tidak diketahui kapan waktunya, sedangkan hari Arafah diketahui pasti kapan ia ada.


Jika pada malam lailatul Qadar malaikat pada turun, sedangkan hari Arafah Allah langsung yang turun.


Maka, manfaatkan sebaik-banyak kesempatan dan berusahalah semaksimal yang kalian bisa dengan jadwal istimewa pada hari Arafah. Kirimkan pada orang yang kalian sayangi, karena ia hanya sehari dalam setahun


1. Tidur lebih cepat agar bisa maksimal beribadah esok harinya


2. Bangun sebelum shubuh untuk sahur dengan niat puasa arafah


3. Sholat minimal 2/4 rakaat , mintalah kebaikan dunia akhirat dalam sujud, perbanyak tahmid berharap Allah menyampaikan kita pada hari turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT


4. Perbanyak istighfar sebelum shubuh sampai Allah menetapkan kita dalam golongan yg bertaubat di waktu sahur. 


5. Bersiap berwudhu 5 menit sebelum azan shubuh. Resapi dan rasakan dosamu berguguran bersamaan dengan aliran air wudhu.


6. Berdoa setelah berwudhu


7. Sholat subuh kemudian berdiam dirilah di mushalla sampai waktu syuruq sekitar 15 menit


8. Mulailah membaca takbir setelah salam


9. Bacalah Al-Quran, perbanyak tasbih,  tahmid,  tahlil dan jangan lupa dzikir pagi


10. Shalat Syuruq 2 rakaat agar mendapat pahala haji dan umrah bersama Rasul. Jangan  sampai ketinggalan


11. Kamu bisa memilih tidak tidur sama sekali pada hari Arafah agar tidak terlewat sedetikpun kecuali dipenuhi dengan ibadah dan zikir, dan yakinlah Allah akan mengabulkannya. 


12. Atau kamu bisa tidur dengan niat supaya bisa kuat beribadah. 


13. Kemudian bangunlah, berwudhu , dan shalat dhuha minimal 4 rakaat dan sertai dengan ibadah lainnya. Takbir,  dzikir, tilawah dan perbanyak baca "La ilaha illallah wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syaiin qodir"


14. Shalat dzuhur, kemudian bertakbirlah, bertasbihlah dan baca Al-Quran


15. Dengarkanlah khutbah arafah dengan segenap jiwa, insyaallah tahun ini akan menjadi lebih luar biasa. 


16. Shalat ashar, takbir dan baca dzikir sore


17. Bacalah Al-Quran sebelum magrib kira-kira sejam, lalu mulailah berdoa dengan khusyu'.  Sampaikanlah kondisi dan hajatmu pada Allah. Sertakan juga doa untuk saudara muslim seluruh dunia.

 

18. Berdoalah pada Allah agar matahari tidak terbit kecuali kita tercatat sebagai hamba yg terbebas dari api neraka. 


19. Semoga Allah memberikan kita taufiq untuk beramal shalih dan kita berdoa agar diterima segala amalan kita. 


Jangan lupa mengingatkan keluarga dan orang tersayang.  

Semoga Allah jadikan kita sebagai orang yang diterima amalannya dan dibebaskan dari api neraka. 

Jangan lupa perbanyak jg  shalawat pada Nabi SAW

Senin, 10 Juni 2024

Sebaik apapun kita Sunnatullah nya pasti ada Yang suka dan pasti ada yang benci

 


Hidup ini

Allah yang mengatur

Kita yang menjalani

Orang lain akan mengomentari

Komentar baik dan buruk

.

Sebaik apapun kita

Sunnatullah nya pasti ada

Yang suka dan pasti ada yang benci

.

Imam Syafi'i berkata,

.

ما أحد الا وله محب ومبغض, فان كان لا بدّ من ذلك, فليكن المرء مع أهل طاعة الله عز وجل.

.

"Setiap orang pasti ada yang mencintai dan ada yang membenci. Hendaklah selalu bersama orang-orang yang taat kepada Allah" (Mawa'idh Imam syafi'i)

.

Manusia terbaik di muka bumi

Rasullallah shallallahu 'alaihi wa sallam

Paling baik akhlaknya

Bagus wajah dan penampilannya

Paling sabar menghadapi manusia

Tetap saja ada yang membenci

.

Tidak perlu susah dan memaksakan

Menjelaskan kepada semua pembenci

Bahwa kita orang baik

Hasad kebencian dan prasangka mereka

Tidak membahayakan kita sedikitpun

.

Membuat senang dan ridha 

Semua manusia dan golongan adalah mustahil

.

Imam Syafi'i berkata,

.

 رضا الناس غاية لا تدرك، فعليك بما يصلحك فالزمه

.

"Ridha manusia adalah tujuan yang tidak akan pernah bisa tergapai, Tetaplah berbuat baik dan istiqamahlah." (Sifatus Shafwah)

.

Bahkan membuat manusia senang dan ridha

Dengan yang Allah larang

Allah akan buat manusia benci kepada kita kelak

.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,

.

“Barangsiapa mencari ridha Allah dengan kemurkaan manusia, maka Allah akan mencukupinya dari segala kebutuhan manusia, dan barangsiapa mencari ridha manusia dengan kemurkaan Allah, maka Allah pasrahkan dia kepada manusia.” (HR. At-Tirmidzi)

Tetaplah berbuat baik

Tetaplah memberi manfaat kepada manusia

Dalam bimbingan syariat kita.

Rabu, 29 Mei 2024

Sikap Jamaah Menghadapi perang pemikiran

 

Sikap berjamaah menghadapi perang pemikiran

 Setiap warga jamaah harus senantiasa menjelaskan tentang berjamaah, sebab berjamaah merupakan suatu kewajiban mutlak bagi setiap orang yang beriman demi terwujudnya kehidupan bersama dalam penerapan ajaran Islam Sepanjang hidup sementara di muka bumi ini demi tercapainya kesejahteraan hidup lahir batin ummat /rahmatan lil alamin. Tanpa jamaah atau melalui perpecahan umat beriman mustahil maksud Mulia tersebut  di atas dapat dicapai, maka Allah dan rasulnya telah mengharamkan perpecahan melalui berbagai golongan yang dibuat-buat di sendiri oleh seseorang atas nama jamaah Islamiyah yang berakibat sistem jamaah kesatuan yang diajarkan Islam itu sendiri tidak dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata sehingga Islam hanyalah ajaran yang bersifat pribadi bukan universal yang mengatur kehidupan bermasyarakat di segala bidangnya sebagai rahmatan lil alamin.

 Dengan demikian tercapailah keinginan politik non muslim dalam sistem demokrasi melalui kebebasan membuat undang-undang dan aturan sesuai dengan keinginan para pembesar atas nama rakyat bersumberkan pemikiran dan keinginan hawa nafsu mereka bukan bersumberkan ajaran Allah dan rasulnya.

 Sesungguhnya aturan yang sumbernya berdasarkan ajaran pemikiran sekelompok orang-orang tertentu Atas nama rakyat merupakan bentuk penjajahan sekelompok kecil manusia terhadap mayoritas rakyat semua aturan hukum dan perundang-undangan yang dibuat dengan cara demikian melalui sistem demokrasi tidak mungkin menghasilkan kerukunan dan kesatuan atas dasar kesadaran bersama dalam kehidupan bermasyarakat Karena manusia selamanya pasti berselisih pendapat dalam berbagai hal sehingga terjadilah pemaksaan pendapat antara yang kuat terhadap yang lemah perang pemikiran / ghawzul Fikri melalui sistem demokrasi itu hanya akan menghasilkan aturan undang-undang tidak adil dan curang serta zalim berdasarkan pendapat akal manusia semata yang pasti manusia itu tidak selamanya bisa adil dan bijaksana. 

Hal demikian hanya akan dapat teratasi jika rujukannya atau sumber ajarannya adalah ajaran yang maha adil Maha bijaksana dan maha mengetahui segala sesuatu yakni ajaran Allah dan rasulnya . 

Maka kelihaian manusia dengan segala kepandaian dan kecerdikannya harus tetap dimanfaatkan secara maksimal dan bebas demi kesejahteraan hidup masyarakat dengan senantiasa bersumberkan ajaran yang hak dan Maha Sempurna yakni ajaran Allah dan rasulnya melalui sistem Khilafah bukan selainnya sesuai sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengenai Khilafah ala minhajjin nubuwwah.

Maka perang pemikiran manusia hanya akan teratasi Demi kesejahteraan lahir dan batin jika masyarakat bersedia hidup dalam satu kesatuan jamaah Islam menghindari perpecahan berbagai kelompok golongan yang terjadi bersama kebebasan dan kemerdekaan setiap pribadi mempraktikkan keyakinannya dalam kehidupan nyata kiranya perlu Kita Renungkan beberapa contoh perbandingan pelaksanaan hukum dalam sistem demokrasi dan sistem kekhalifahan sebagai berikut

Dalam sistem demokrasi

Pencuri, pembunuh, pemerkosa dan lain-lain dihukum dengan dijebloskan ke dalam penjara dalam waktu yang berbeda-beda untuk diberi waktu beristirahat dengan jaminan makan minum secara gratis penerangan listrik juga gratis tempat tidur siang malam bebas tanpa bayar dan jika sakit pengobatan juga disiapkan tanpa biaya serta keluarga pun boleh berkunjung.

Dalam sistem Khilafah

Pencuri dipotong tangannya semua orang diuntungkan walau keyakinan mereka berbeda-beda dan yang dirugikan hanyalah penjahat seandainya KPK mengumumkan bahwa salah seorang telah dipotong tangannya karena korupsi paling walaupun kemudian KPK mempersilahkan Bagi siapapun yang berkesempatan maling korupsi maka saat akan berpikir seribu kali sementara dengan sistem demokrasi KPK mengeluarkan ancaman pun dengan hukuman berat tidak mungkin koruptor maling teratasi secara sempurna dengan berbagai alasan yang dibuat-buat.

Pezina di pecut 100 kali disaksikan oleh masyarakat umum di lapangan terbuka maka keturunan manusia terjaga dan terhormat Dan semoga dia selamat dan terhindar dari kekejaman membunuh bayi akibat perzinahan.

Pembunuhan dihukum mati dengan disaksikan oleh keluarga yang terbunuh jika keluarga bersangkutan memaafkannya maka hukuman mati dibatalkan sehingga mustahil terjadi pembalasan dendam yang berkepanjangan dalam masyarakat.

Demikianlah Ala kadarnya contoh sebagai perbandingan dengan kesimpulan bahwa pelaksanaan hukum dalam sistem Khilafah hanya akan merugikan para penjahat dan menguntungkan umat pada umumnya bahkan binatang pun beruntung karena diikat oleh pemiliknya untuk dipelihara dan dimanfaatkan secara wajar dan benar wahai kaum muslimin Bersatulah dalam sistem Khilafah untuk menghadapi perang pemikiran ghazwul Fikri.

Umpamanya di negeri ini Pancasila dan UUD 45 dengan Ketuhanan Yang Maha Esa maka semua orang bebas dan Merdeka menafsirkannya sesuai keyakinannya masing-masing di makanan yang maha esa adalah Qul huwallahu Ahad kalau Kristen adalah Trinitas Adapun Budha dan yang lain-lain merdeka menafsirkannya sesuai dengan keyakinan mereka masing-masing dalam kesatuan hidup di bawah sistem Khilafah dengan prinsip dasar lakum dinukum waliyadin bagimu agamamu dan bagiku Agamaku Allahu Akbar walillah ilham. wallahualam

Sumber : Majalah Al-Khilafah Edisi 80.

Selasa, 28 Mei 2024

Persinggahan bernama Dunia

 



Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wassalam bersabda; “Aku dan dunia ibarat orang dalam perjalanan menunggang kendaraan, lalu berteduh di bawah pohon untuk beristirahat dan setelah itu meninggalkannya…”. (HR. Ibnu Majah)


ღبِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيღ

Saya mulai dengan salam dari Syurga,

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Semoga Kesejahtraan, Shalawat serta salam selalu tercurah kepada kekasih Alam ✿ܓMuhammad Rasulullah Shalallahu ‘Alahi wassalam beserta keluarga, sahabat, dan pengikut yang setia dengan Assunahnya hinga akhir Jaman.


Rasulullah saw dianugerahi mutiara kata kata yang indah dan penuh makna.

Kata kata singkatnya menanamkan kesan mendalam, melembutkan hati dan menyeru jiwa jiwa yang tersesat untuk segera kembali memahami bahwa hidup ini adalah kehidupan untuk hidup yang maha hidup.


Dunia ini sesaat saja,

Rasulullah saw mengibaratkan kita di dunia ini bagaikan seorang musafir yang sedang berteduh dibawah pohon dalam perjalanan berhari hari menempuh ribuan kilometer menuju sebuah tujuan.

Seberapa lama kah kita berteduh untuk beristirahat?


Kita semua beristirahat dibawah pohon itu bukan sekedar melepas lelah.

Kita berteduh untuk mengumpulkan energi, mengumpulkan bekal untuk perjalanan selanjutnya yang teramat sangat panjang..


Mari kita renungkan.

Hidup ini adalah pilihan pilihan..

Dipersinggahan ini kita akan mendapati banyak teman yang membenarkan kita.

Hingga kemudian kita menganggap jalan itu benar.

Sementara Allah ta’ala hanya memberikan dua jalan..

Jalan menuju Nya dan jalanan lain..


Jika kita memilih jalan Allah..

Kebahagiaanya pun harus kita cari dijalan itu, dalam Islam ini.

Manusia yang diberi hidayah akan menapaki jalan itu, meski penuh kerikil…

Mereka tetap melangkah dengan hati yang berbahagia..


Islam yang kita pilih ini adalah jalanan menuju Allah,

Dimana seorang Mukmin dan Mukminat akan berbahagia didalamnya, Dunia dan Akhirat.


Tapi banyak dari mereka tidak berbahagia,

Mereka beriman tapi tidak merasakan manisnya iman…


Mereka terjebak dalam sebuah kekhawatiran panjang.


Mereka mengira bahwa Dunia ini adalah tujuan utamanya. Hingga mereka letih mengejar Dunia dengan susah payah. Bahkan tak jarang mengabaikan jalan yang telah Allah ta’ala tunjukan dengan menempuh jalan lain untuk mencapai keinginannya di Dunia.


Mereka memanjakan nafsunya, mengantar semua keinginan didadanya hingga iblislah yang kemudian membimbingnnya.. membisiki hatinya, mencemari nuraninya.. hingga mata hatinya kemudian buta dan tuli. Jalanan itu tidak jelas lagi, jiwanya telah tersesat di Dunia ini.


Mereka mengerjakan yang halal juga yang haram.

Mereka mencampuradukan Islam dengan logikanya, memilih hukum yang sesuai dengan kebutuhannya..

Hingga jalanan yang mereka telusuri semakin membingungkan.


SEPERTI MENAPAKI JALAN YANG BERCABANG CABANG..


Sahabat..

Hukum Hukum yang Allah Subhana Huwwata’la gariskan tidak selayaknya di sambungkan dengan logika, tapi aktifitas pemikiran kita yang harus diselaraskan dengan informasi dari Al Qur’an yang telah diterangkan dengan al Hadits.


Jika kita telah memilih jalan menuju Allah,

Maka tidak ada pilihan kita harus mengikuti arahan arahan dari Rasul Nya dan mematuhi semua Firman dan ketentuan Nya secara keseluruhan berdasarkan tuntunan Nya, bukan berdasarkan logika atau kebutuhan.


Jika kita mencampuradukan keduanya, maka tentu saja kita tidak akan pernah merasakan manisnya Iman.. tidak.. tidak akan pernah..


Kamu tidak bahagia, kamu tidak merasakan manisnya Iman..

Padahal mengatakan “Aku beriman” tapi tidak berbahagia dalam Iman..

Malah mengatakan bosan dengan kata Iman?


Kemarilah saudaraku..

Lepaskanlah sumbat sumbat emosi difikiranmu.

Semoga Allah melembutkan hatimu, dengarkanlah, biarkan logikamu menerimanya..


Kebahagiaan itu ada dihatimu dan bermulai dari sana,

Diruang hatimulah spectrum Iman memancarkan cahayanya, menerangi aktifitas fikiran dan mengarahkan berbagai reaksi kepada tubuhmu. Mau tidak mau, Iman adalah pokok kebahagiaan seorang Muslim dan Muslimah.


_ღ Iman laksana sebuah pohon dihatimu, naungannya memberi kesejukan.

Dari pohonnya tunas tunas harapan akan terus terlahir, jika terus kamu sirami dia akan berbunga kebahagiaan yang harumnya menebari setiap jalanan yang kamu lalui.. seiring keistiqamahan yang terjaga dari bunga itu akan lahir buah ranum nan indah yang bernama Ikhlas


Jika kamu beriman, kamu akan melaksanakan apa yang kamu Imani..

Jika kamu beriman berarti kamu mengingat Nya, seperti kamu mengingat orang yang kamu Cintai.

Jika kamu mencintai Nya, kamu akan melaksanakan apa apa yang telah Allah dan Rasullnya perintahkan dan menghindari semua hal yang membuat Rabbmu cemburu.


Seluruhnya..


_ღIman tidak sekedar percaya, Iman adalah seni memahami sepenuh hati dan segenap keyakinan, bahwasannya segala details yang terjadi disetiap detik detik kedipan mata, disetiap desiran keinginan yang melinatasi langit langit dihati kita, setiap luka, kesedihan, goresan goresan yang menyayat hati kita – semua telah tertulis dalam perencanaan dan ketentuan takdir Allah Azza wajala yang sempurna.


Sempurna saudaraku..

Disanalah kebahagiaan kebahagiaan yang berkualitas terlahir,

Dalam proses menuju tujuan utamamu, Akhirat..

Karena dunia ini bukan tujuan.


Dalam kondisi Iman seperti inilah semua kekhawatiran, kebingunganmu, keluhan, dan semua bentuk kekufuran nikmat dapat teredam. Disana kamu mampu segera mengarahkan setiap kepingan masalah kepada kata kata syukur..


Kenapa saya begitu yakin dengan kata kata saya?

Karena saya bahagia. Saya ungkapkan deretan kata ini dengan bahagia.

Saya sangat berharap harimu berbahagia, karena selayaknya seorang muslim itu berbahagia.

Maka berbahagialah dengan jalan yang telah kamu pilih…


Berbahagialah dengan Islam-mu dan carilah kebahagiaan didalamnya.


Jangan mengeluh..

Dunia ini bukan tujuan, semuanya akan kita tinggalkan.

Jangan mengeluh, karena kita telah mengaku beriman..

Jangan sempatkan waktu yang singkat ini untuk mengeluh, jangan mengeluh di Bumi Allah yang indah ini.


Jika kita memahami, kita tidak akan sempat buat mengeluh atau bersedih atas sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan akhirat kita..


Jangan mengeluh, karena semua orang beriman akan diuji..

Rasulullah saw bersabda; “Perumpamaan orang mukmin itu seperti tanaman yang selalu digoyangkan oleh hembusan angin karena orang mukmin senantiasa ditimpa berbagai cobaan…”. (Kutifan Shahih Muslim No.5024)


Jangan terlarut dalam lembah keluhan,..

Bangunlah hari sudah siang, usia semakin senja..

Sebentar lagi malam..


Jangan mengeluh kepada manusia..

Mengeluhlah kepada Nya, mintalah kepada Nya..

Ketahuilah bahwa Allah mengetahui setiap lintasan dihatimu.


Allah berfirman;

وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلا يَعْلَمُهَا وَلا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأرْضِ وَلا رَطْبٍ وَلا يَابِسٍ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

“..dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz)”. (QS Al An’aam 59)


Renungkan sekali lagi wahai jiwa jiwa yang berfikir..

Apakah artinya sehelai daun yang telah tua dan menguning jika dibanding dengan hati hati manusia yang mulia? Jikta RABBmu mengetahui setiap dedaunan yang terjatuh, maka apakah sekiranya DIA tidak peduli akan hatimu?


Tidak..

RABBmu tidak pernah merugikanmu..


Allah berfirman;

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.. (QS At Taghaabun 11)


Jika tidak ada satu musibah’pun yang menimpa kita tanpa seizin Nya,

Jika tidak ada selembar daun pun yang jatuh dan meleset dari pengawasan Nya….

Apakah sempat hatimu berkata dan bertanya lagi atas segala ketentuan Nya yang sedang kamu hadapi ?


Masihkah hatimu bertanya tanya “Kenapa cobaan ini tidak henti henti?”


Yakinkanlah, bahwasannya RABBmu itu Maha Penyayang..

RABBmu bukan tidak sayang sama HambaNya dengan badai Ujian yang tiada henti itu.


Buka mata hatimu,

Pahamilah bahwasannya Allah justru menyayangi kita dengan berbagai musibah itu.

Sesungguhnya RABBmu sangat tahu bahwa Neraka Nya itu sangat pedih… hingga Azab itu didahulukan di Dunia, untuk mengurangi beban dosa dosa mu.


Rasulullah saw bersabda;

“…Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamnya tipis (lemah) dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa”. (HR. Bukhari dari Sa’ad bin Abi Waqqash)


Musibah itu untuk membasuh dosa dosamu..

Karena semua dosa itu akan dibalasi..


Bersiaplah…

Kita hanya singgah..

“Bekal untuk sebuah jarak tempuh yang lebih jauh tentu harus lebih banyak daripada persiapan perjalanan yang dekat”.


Akhirat itu akan panjang…

Teramat panjang wahai jiwa jiwa yang berfikir!

Disanalah keabadian..


Arti kehidupan ini bukan kehidupan itu sendiri, tapi akhir dari kehidupan Dunia ini yang akan berlanjut diakhirat.


Hari ini milikmu, maka berbahagialah..

Jangan berkata belum ada kesempatan, hari ini pun adalah kesempatan.

Bukankah Allah ta’ala telah membangunkanmu tadi pagi?


Itu adalah bagian dari perencanaan Nya yang sempurna.

Maka bangkitlah, melangkahlah..

Jangan diam.


Selamat beraktifitas,

Jangan lupa kita semua saat ini hanya sedang berteduh dibawah pohon.. hanya singgah sebentar untuk mengumpulkan bekal, lalu akan pergi lagi meninggalkan semua.. semuanya.


Disini kita hanya beristirahat, beristirahat sebentar untuk mengumpulkan energi, mempersiapkan bekal untuk perjalanan berikutnya yang teramat panjang dan ujungnya tidak berhujung.

 Dunia ini hanyalah persinggahan..

Persinggahan, bernama Dunia.

Layar Kehidupan



Jika kita menyimak baik baik dalam sebuah film yang di suguhkan, ada sebuah pesan atau makna berharga yang ingin disampaikan sang sutradara, tidak semua bisa memahaminya, penonton yang tidak konsentrasi tidak akan menangkap kesan itu yang mereka dapatkan mungkin hanya tawa tawa sesaat yang akan lupa sesaat setelah film itu selesai.

Tentunya sutradara yang hebat, biasanya sengaja menyembunyikan kesan itu agar penonton anthusiasm menikmati film yang disuguhkan hingga selesai.


Hidup ini pun demikian, setiap pagi kita dibangunkan untuk hidup di panggung sandiwara dunia ini.
Kita mendapatkan fasilitas serba gratis yang diberikan Allah sebagai Sutradara Alam semesta, Dia membagi bagikan “peranan” semua Aktor dan Aktrisnya dengan perencanaan yang sangat sempurna dan tidak pernah merugikan pemeran pemerannya.

Ada yang duduk sebagai raja, pengemis, konglomerat hebat, rakyat biasa dan lain lain.
Semua ada maknanya, semua saling membutuhkan. Sang Sutradara yang Maha Adil juga telah memberikan beberapa tantangan didalam semua peranan yang diperankan mahluk Nya dalam menjalani perannya di Dunia yang fatamorgana ini.

Sang Sutradara Alam semesta yang Maha bijak, tidak hanya memberikan Skenario kepada peran peran penting saja, Dia telah memberikan keseluruhan skenario itu kepada seluruh pemeran, semua bisa mempelajarinya.

Sang Sutrada, ingin semua berjalan sesuai skenario yang benar, membenarkan dan diakui kebenarannya; yaitu Al Qur’an. Atas kekuasaan Nya, Dia mmberikan seorang Rasul untuk menerjemahkan skenario itu agar mudah dipahami; yaitu Al Hadits yang menjelaskan Al Qur’an.

Sehingga semua pemeran itu akan bahagia di panggungnya dan sukses meraih nobel; Syurga.

Sang sutradara tidak menilai kredibilitas Aktor dan Aktrisnya dari peran yang ia bawa, tapi sejauh mana mereka mengikuti skenario yang Dia wahyukan..

Sejauh mana mereka bisa menikmati dan mensyukuri perannya,.
Sejauh mana mereka bersungguh sungguh dalam peran yang Tuhan percayakan kepada mereka.
Mereka yang sadar sepenuhnya percaya bahwa peranan yang ia bawakan itu adalah yang telah Sutradara pilihkan untuknya, tentu ia akan bersungguh sungguh dan bahagia dengan hidupnya.

Rasa percaya itu tidak lain adalah Iman.

Ingatlah, bahwasannya Hidup adalah kehidupan untuk hidup yang maha hidup.
Salah satu penyebab sulitnya kebahagiaan untuk dicapai adalah kesalahan tolak ukur yang tercipta dalam fikiran.

Jika parameter itu benar, sesungguhnya ada garansi kebahagiaan bagi mereka yang beriman, tidak ada tawar menawar didalamnya dan kesungguhan adalah rahasianya

Kembali ke layar kehidupan,
Harus kita akui, ternyata tidak semua dari kita memahami nilai berharga yang dia terima dalam peranan hidupnya, sehingga sering mengeluh dan kecewa saat dia memperoleh satu peran yang tidak pernah ia kira sebelumnya atau tidak sesuai rencananya.

Padahal Aktor atau Aktris yang baik dan sukses adalah mereka yang Patuh terhadap sutradara dan Skenario.

Pahamilah, bahwa kewajiban yang diberikan sutradara Adalah bukan paksaan tapi p.e.n.g.k.o.n.d.i.s.i.a.n agar semua Aktor bahagia, sukses di panggung dunia untuk kemudian menikmatinya di Akhirat

Pada kenyataannya; banyak Aktor dan Aktris yang tidak mengikuti jalur jalur skenario, padahal dia tahu panggung itu akan dirubuhkan. Mereka sibuk bercanda tertawa tawa, padahal Assisten Assisten sutradara dan Crew yang berupa Malaikat Malaikat terus memonitor dan mencatat semuanya.

Bahkan dari mereka ada yang bodoh;
Mereka tidak percaya sama sang sutradara, mata hati mereka buta.

Sebagian mereka ada yang pemalas, tidak mau memahami apalagi menghafal skenario, hingga hidupnya tidak bahagia dan tidak tentu arah.

¨*•♫♥ Genggamlah dunia, dengan Pemahaman Iman dan Ilmu. Lalu campakanlah segera sebelum ia mencampakanmu, membenamkan tubuhmu dan mengikat kedua kakimu serta membutakan matamu bahwasannya Panggung Sandiwara Dunia ini akan dirobohkan dalam sebuah suasana dahsyat yang berupa kiamat atau kematian jiwa.

¨*•♫♥ Nobel syurga ada dalam Keridhaan Allah semata sebagai sutradara dan pencipta Alam semesta, dan Hari Akhirat.
¨*•♫♥ Ingatlah, bahwa sutradara bisa berteriak “Cut!” Kapan saja, yang akan menandai berakhirnya peranannmu di dunia fatamorgana Ini.

¨*•♫♥ Allah telah meletakan keduanya didepan agar kmu melihat kedepan, bukan kebelakang.
Melihat kebelakang itu artinya terlalu memikirkan masalalu, berhentilah menyesal dan maafkan masalalumu, seluruhnya, relakan ia jadi kenangan dan jadi files berharga di arsif masalalumu, untukmu. jika bisa, catatlah sebagai pembelajaran untuk saudaramu.

♫•*¨Gunakan matamu yang indah, untuk melihat kedepan ♫•*¨.
Orang cerdas tidak hanya melihat kedepan dengan segala keindahannya. Orang cerdas mampu melihat masa depan dengan segala rintangannya termasuk satu titik yang pasti dilalui, yaitu sebuah jembatan yang akan menghubungkannya dengan kehidupan yang Abadi; akhirat.

Iyah, jembatan kematian.

♫•*¨Masa depan yang sesungguhnya itu akhirat ♫•*¨
Management kehidupan yang baik akan membantu mengoptimalkan persiapan management kematianmu. Tapi meski demikian, urgensi management kematian lebih penting karena kita benar benar tidak tahu kapan kita akan menghadap Allah.

♫•*¨Peluru kematian telah dilepas dan sedang menujumu, kearahmu.. peluru kematian sudah dilepas dengan taqdir Allah yang maha benar, dan sedang menujumu..

Jangan bertanya kapan? karena aku tidak tahu, dan tak ada seorangpun yang tahu. Yang pasti dia, sedang melesat dan akan mencapai mu di sebuah tempat dan waktu yang telah ditentukan oleh perencanaan Allah yang tidak pernah meleset.

♫•*¨Ingat peluru itu sedang menuju kearah kita
Berhentilah menyesal dan maafkan masalalumu, sungguh kita tidak punya banyak waktu untuk memikirkan masalalu,
Hidup ini sangat singkat, optimalkanlah profesionalisme dalam beramal..

Agar persinggahan kita di bumi ini akan kita kenang di akhirat kelak, tak apa banyak duri duri yang menggigiti langkah kakimu telanjangmu..karena keseluruhannya dunia ini, ujian ujian.

♫•*¨Gelombang ujian itu tidak akan berhenti menerpa..
Kita tidak berhak melawannya, Tetap tenang dalam gelombang, jangan biarkan gelombang membawamu ketempat yang tidak kamu ingini. Berdirilah, siapkan secangkir ketenangan dan berselancarlah disetiap gelombang yang menemuimu. lalu lihat keindahannya..


NAI

Minggu, 10 Maret 2024

Penetapan 1 Ramadhan 1445 H


 Fakta hisab haqiqi terhadap posisi hilal :


Pada hari ahad, tanggal 10 Maret 2024, ketika matahari terbenam, wujudul hilal telah terbit diatas ufuk 0 derajat 30 menit (belum sampai 1 derajat).


Pada hari senin, tanggal 11 Maret 2024, ketika matahari terbenam, Hilal telah tampak dengan ketinggian 11 derajat 40 menit.


Maka berdasarkan ketetapan Ulil Amri (Khalifah), bahwa bulan baru harus diatas 1 derajat, dengan ini Khilafatul Muslimin menetapkan bahwa tanggal 1 Ramadhan jatuh pada hari Selasa, tanggal 12 Maret 2024


_Penjelasan dari ustadz Susanto Abu bakar_, jadi awal Puasa kita tahun ini berbeda dengan Ormas Muhammadiyah yang mengacu pada metode *hisab haqiqi*... 🙏🙏

Jumat, 08 Maret 2024

Marhaban ya Ramadhan 1445 H

 






Marhaban ya Ramadan, bulan suci penuh berkah telah tiba. Saatnya untuk lebih mendekatkan diri pada-Nya, menjauhi keburukan, memperbanyak ibadah. Dengan segala kerendahan hati, mohon maaf lahir dan batin. Marhaban ya Ramadan. Selamat menunaikan ibadah puasa."

Senin, 04 Maret 2024

Kalender kekholifahan Islam "Khilafatul Muslimin"

 


“Sambut Ramadhan dengan hati yang lapang dan penuh syukur. Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan menjadi bekal yang membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat.”


Minggu, 03 Maret 2024

Perbedaan Qiyamul Lail, Shalat Malam, Shalat Witir, Shalat Tarawih dan Shalat Tahajud.



.السَّلاَم علیکم ْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكـَـاتُهْ

بِسْــــــــــــــــــــــم اللّهِ

🍂"Perbedaan Qiyamul Lail, Shalat Malam, Shalat Witir, Shalat Tarawih dan Shalat Tahajud.

1. Qiyamul lail: Menghidupkan malam dengan ibadah dan tidak mesti shalat terus, bisa baca alquran atau belajar.

2. Shalatul lail (shalat malam): 

shalat di waktu malam, waktunya mulai dari ba'da isya sampai sebelum subuh. Jumlah raka'at shalat malam tidak terbatas, lebih baik dilakukan 2 rakaat-salam — 2 rakaat-salam.

3. Shalat witir: 

-Shalat witir termasuk shalat malam

Shalat rakaat ganjil, minimal 1 rakaat, penutup shalat malam, tidak mesti harus tidur dahulu, jadi boleh minimal satu rakaat sebelum tidur.

-Jika telah shalat witir kemudian tidur dan bangun sebelum subuh, boleh shalat malam lagi tetapi tidak shalat witir lagi sebagai penutup, karena tidak boleh ada 2 witir dalam satu malam.

-Bagi yang berat shalat malam dan bangun sepertiga akhir malam (semoga kita dimudahkan), bisa shalat witir 1 rakaat saja sebelum tidur (berwudhu dahulu termasuk sunnah), itu sudah termasuk shalat malam.

4. Shalat Tarawih: 

Shalat malam di waktu ramadahan

dinamakan tarawih karena ada "istirahatnya' karena dulunya bacaan ayat rakaatnya panjang-panjang

5. Shalat Tahajjud:

Nama lain shalat malam. Lebih utama sepertiga akhir malam dan didahului oleh tidur, jadi bangun untuk shalat malam

Wallahu a'lam

BarokAllAHu fiikum

Sabtu, 02 Maret 2024

3 Maret 1924, merupakan ‘Tanggal Berdarah

Pada 27 Rajab atau bertepatan 3 Maret 1924, ini merupakan tanggal pilu yang akan selalu diingat oleh seluruh kaum muslimin. Keruntuhan Khilafah 100 tahun lalu adalah peristiwa penting yang tidak boleh luput dari ingatan umat Islam. Mengingat 3 Maret 1924, merupakan ‘Tanggal Berdarah’ yang harus direnungi Umat Islam. Perisai yang selama ini menjaga kehormatan, nyawa, harta, dan jiwa mereka, telah ditumbangkan oleh Mustafa Kemal Attaturk dengan konspirasi busuknya. 100 tahun sudah umat Islam tak lagi hidup dibawah naungan yang agung yaitu sistem Khilafah. Akibat semua itu, penderitaan dan penjajahan umat Islam tak terbendung lagi.

Kita tak pernah lupa, penderitaan umat Islam sebagai kaum minoritas di Cina. Pemerintah Cina menindas sejumlah besar warga suku Uighur, kelompok muslim minoritas di negeri itu, ditahan di kamp-kamp khusus. Kesengsaraan dan kesulitan hidup mereka rasakan sudah bertahun-tahun akibat genosida massal yang dilakukan Pemerintah Cina.

Bukan hanya itu, yang lebih memprihatinkan adalah perang yang terjadi antar saudara sesama Muslim di Afganistan, Yaman, dan Suriah akibat dipicu provokasi negara-negara Barat di berbagai belahan dunia ketika Khilafah tidak ada.


Ironi Runtuhnya Khilafah

Faktanya, ini hanya sebagian kecil dari penderitaan umat Islam yang muncul dipermukaan, masih banyak yang belum diberitakan di media massa. Dunia juga tahu, bahwasannya umat Islam tidak lagi menjadi umat terbaik. Mereka saat ini mengalami kerusakan dari berbagai aspek kehidupan. Faktor utamanya adalah karena umat Islam telah kehilangan perisainya, yaitu Khilafah Islamiyah.

Pasca Khilafah Turki Utsmani berakhir, yang diruntuhkan oleh konspirasi Barat, kondisi umat Islam mengalami degradasi hingga hari ini. Umat terpuruk di segala bidang, termasuk bidang ekonomi, sosial, kesehatan, hukum dan keadilan, termasuk keamanan. Ironis, kita melihat begitu mandulnya dalam menjaga kehormatan, darah, harta dan, jiwa umat Islam. Inilah gerbang malapetaka bagi umat islam. Berbagai penjajahan fisik dan pemikiran kini mendera dalam kehidupan umat manusia.

Umat Islam saat ini menjadi ‘santapan’ kaum kafir penjajah. Mereka mendapatkan tindakan diskriminatif hanya karena sebagai kaum minoritas. Tindakan refresif yang mendera umat islam, tidak hanya terjadi di dalam negeri namun juga di luar negeri, utamanya di negeri-negeri Islam yang terpecah-pecah menjadi kecil. Kita bisa melihat Suriah, Palestina, Rohingya, Uighyur dan sebagainya, ini menjadi bukti bahwa saat ini umat Islam masih mengalami penderitaan. Tidak ada pembelaan yang ditunjukan untuk melindungi mereka, baik dari penguasanya sendiri maupun tentara-tentara Muslim Lainnya. Menyadari kondisi ini, kita dapat menyimpulkan umat saat ini, bukan lagi umat yang terbaik. Namun menjadi umat yang terbelakang, tertindas, terjajah, dan terpuruk. Hal ini harus menjadi perhatian penting bagi seluruh umat Islam.

Pasca Runtuhnya Khilafah, permasalahan terus saja mengampiri umat Islam. Harus ada langkah aktif yang wajib diambil untuk kembali memperjuangkan predikat “umat terbaik”. Predikat ini adalah predikat yang tercantum dalam Al Qur’an serta balasan atas janji Allah Swt. dan kabar gembira dari Rasulullah Saw. terhadap umatnya. Umat islam mesti memahami bahwa menegakkan Khilafah Islam wajib diupayakan.

Umat Islam harus bersuara lantang menyuarakan Khilafah sebagai solusi dari permasalahan umat. Karena Khilafah akan mampu mengantarkan umat Islam pada kegemilangan dunia. Umat mesti berjuang untuk menegakkan penerapan hukum-hukum Allah di muka bumi ini.

Namun, apalah yang terjadi di negeri ini. Beberapa dekade terakhir, ketika isu Khilafah mulai diangkat lagi. Ada yang pro dan kontra terhadap ide atau gagasan tersebut. Di media massa, para pejuang Khilafah senantiasa diberitakan buruk dan umat difitnah. Beberapa orang dari latar belakang keilmuannya menolak Khilafah serta mereka menafikan bahwa sistem terbaik ini bukan ajaran islam. Sistem Islam ini dianggap sebagian orang sebagai ancaman bagi persatuan bangsa dan keutuhan negara.

Serangan terhadap ide-ide Khilafah semakin gencar dilakukan, hal ini pun dilakukan oleh penguasa-penguasa Muslim lainnya. Kriminalisasi ajaran Islam terus-menerus digaungkan, berbagai tuduhan-tuduhan yang memojokkan ajaran Islam terus bergulir, bahkan para ulama yang lurus selalu dalam pengawasan.

Tentu semua ini tak lepas dari peran Barat dalam menghambat perjuangan penegakkan Khilafah. Kaum kafir memprediksi bahwa kebangkitan Islam tak lama lagi, wajar saja upaya keras meraka lakukan untuk membendung sistem Islam tegak kembali di dunia. Padahal, Khilafah adalah mahkota kewajiban yang harus diperjuangkan, agar Syariat Islam menjadi pedoman dalam menjalankan kehidupan.


Memahami Khilafah Sebagai Pelindung Umat

Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh Kaum Muslimin di dunia untuk menegakkan syariat Islam dan mengemban dakwah ke segenap penjuru dunia. Kewajiban menegakkan Khilafah didasarkan pada perintah yang tegas di dalam Al-Qur’an, As-sunnah dan ijmak sahabat. Keberadaanya sebagai sistem kehidupan meniscayakan pada tegaknya hukum Syariah. Sebaliknya, ketiadaanya berkonsenkuensi pada lenyapnya hukum Syariah dan lahirnya kerusakan atau ummul jaraiy (induk kerusakan).

Tanpa khilafah eksistensi Islam sebagai solusi persoalan umat dan pembawa rahmat seluruh alam hilang. Mestinya umat memahami bahwa kekuatan Islam terletak pada sistem Khilafah.

Tidakkah kita merindukan masa kegemilangan Islam, yang menjadi mercusuar bagi peradaban dunia. Bahkan diakui oleh Will Durant, dalam The Story of Civilization, vol XIII, menulis: Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka.

Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapa pun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti ini belum pernah tercatat dalam sejarah setelah zaman mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan tersebar luas, hingga lahirnya berbagai ilmu, seperti sastra, filsafat dan seni yang mengalami kemajuan pesat di masa Islam, hingga menjadikan Asia Barat sebagai bagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad.

Imam Al-Ghazali pernah menyampaikan : “…agama adalah pondasi (asas) dan kekuasaan adalah penjaganya. Segala sesuatu yang tidak berpondasi niscaya akan roboh dan segala sesuatu yang tidak berpenjaga niscaya akan hilang lenyap. Kita bisa melihat bagaimana kondisi Umat Islam tanpa adanya Khilafah yang menaungi kehidupannya.

Rasulullah Saw. telah mengingatkan kita akan ketiadaan Khilafah. Beliau bersabda, “Barangsiapa yang mati sedangkan di pundaknya tidak ada baiat, maka matinya jahiliah.” (HR. Muslim)

Dengan demikian, diharapkan umat Islam antusias dalam memperjuangkan kewajiban agung ini. Karena dengan Khilafahlah, syariat Islam akan tegak secara kaffah.

Wallahu a’lam bi ash- shawwab.