Khilafatul Muslimin Daulah Sumatera

Semoga Alloh Meridhoi setiap langkah kita.

Rahmatan Lil Alamin

Bersatu Wajib dan Haram berpecah belah

Besabar dan bertakwa

Sungguh Alloh sebaik baik penolong kepada hambanya yang beriman dalam mengerjakan kebajikan.

Alloh maha mengetahui apa yang mereka perbuat

Alloh akan menolong siapa saja yang berlaku jujur serta meninggalkan perbuatan yang tidak terpuji.

Khalifah adalah ulil amri umat islam sedunia

Tanpa kepemimpinan mustahil umat islam bisa bersatu, dan mustahil hukum Alloh bisa di tegakkan tanpa adanya kepemimpinan dan persatuan umat islam (berkhilafah).

Senin, 04 November 2024

PENTINGNYA MENJAGA HUBUNGAN BAIK SESAMA HAMBA ALLAH

 








*PENTINGNYA MENJAGA HUBUNGAN BAIK SESAMA HAMBA ALLAH*

Oleh : Ust. Supriono Hadi

قَالُوا يَا شُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيرًا مِمَّا تَقُولُ وَإِنَّا لَنَرَاكَ فِينَا ضَعِيفًا وَلَوْلَا رَهْطُكَ لَرَجَمْنَاكَ وَمَا أَنْتَ عَلَيْنَا بِعَزِيزٍ (هود:91)

Mereka berkata: "Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamupun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami." (Hud: 91). 


Berangkat dari kisah Nabi syua'ib as yang dilukiskan oleh Allah SWT dalam Ayat Alqur'an diatas. Disini kita dapat lihat bahwa betapa pentingnya bagi seorang da'i atau seorang muslim untuk memiliki hubungan yang baik dengan siapapun baik dengan keluarganya atau dengan orang-orang disekitarnya, meskipun kafir yang dapat membelanya, dengan tetap berpegang pada *prinsip laailaahaillah* yang tidak boleh bergeser atau dirubah sedikit pun dalam diri orang yang beriman.


Dan pembelaan ini bermanfaat bagi da’wahnya. Tidaklah mungkin Rasulullah saw mendapatkan perlindungan dari Abu Thalib, kalau beliau tidak menjaga hubungan baik dengan bapak, saudaranya yang musyrik itu.


Dan juga peristiwa perlindungan oleh Al-Muth’im ini terjadi setelah bapak saudara Rasulullah saw - Abu Thalib - wafat. Sebelum itu, Rasulullah saw dengan suka rela menerima perlindungan dari  Abu Thalib yang sampai akhir hayatnya tidak masuk Islam. Ketika Abu Thalib juga memberikan perlindungan kepada Salamah bin ‘Abdil Asad ra sekelompok orang dari Bani Makhzum datang kepadanya: “Wahai Abu Thalib, engkau telah melindungi anak saudara laki-lakimu Muhammad, mengapa kini engkau lindungi orang ini dari kami?” Abu Thalib menjawab: “Ia telah meminta perlindungan kepadaku, dan ia adalah anak saudara perempuanku. Bila aku tidak melindungi anak saudara perempuanku, maka aku juga tak akan melindungi anak saudara laki-lakiku.”


Pada saat Abu Bakar Ash-Shiddiq ra hendak berhijrah ke Habasyah menyusul saudara-saudaranya tercinta  yang telah lebih dahulu hijrah, seorang tokoh musyrikin yang bernama Ibnu Ad-Daghannah menemuinya dan memberikan perlindungan kepadanya sambil berkata: “Orang sepertimu tidak boleh keluar dan dikeluarkan dari Makkah.”


Hatta Umar Al-Faruq pun mendapat perlindungan dari seorang musyrik bernama Al-‘Ash bin Wail As-Sahmi ketika Quraisy telah mengetahui keislamannya


 Maka demikian tidaklah mungkin Al-Muth’im bin ‘Adi, Ibnu daghannah, al Ash bin wa'il assahmi  bersedia memberikan perlindungannya kepada Rasulullah saw, abu bakar ash Shiddiq dan Umar Ibnul khattab jika  tidak ada muamalah yang baik antara mereka.


Dan tidaklah penting bagi seorang da’i atau seorang muslim untuk mengetahui apakah pembelaan itu karena faktor kekeluargaan, kesukuan, pertemanan, ataukah sebab lainnya. Yang jelas perlindungan dan dukungan ini bermanfaat bagi sang da’i/muslim dan secara otomatis menjadi maslahat bagi gerak da’wahnya. Begitu pula betapa pentingnya sebuah jamaah memiliki hubungan muamalah yang baik dengan berbagai organisasi dan kelompok masyarakat terutama di dalam negeri. Dengan muamalah yang baik ini jamaah dapat lebih leluasa bergerak merealisasikan agenda da’wahnya dan mendapatkan pembelaan dari berbagai pihak yang telah merasakan husnul muamalahnya.

Dan kita yakin bahwa sunnatullah pasti akan terulang kembali.

Wa'allahu a'lam bish showwab

Minggu, 15 September 2024

Khilafah antara yang dirindukan dan diabaikan

 







Khilafah antara yang dirindukan dan diabaikan

Oleh : Ust. Supriono Hadi 

Wizaarotut Tarbiyyah wat Ta'lim Daulah Sumatera 

Hari ini, hampir tidak ada kalangan yang tak membicarakan bahkan meperdebatkan soal Khilafah. Tak hanya dari kalangan biasa, kalangan akademisi, media televisi, bahkan penguasapun tak luput dari membahas topik panas tersebut.


Namun sayangnya, kebanyakan mereka berpandangan bahwa Khilafah adalah ideologi sesat, terlarang dan bahkan dianggap mengancam keutuhan NKRI. Karena itu, banyak cara penguasa untuk menghentikan dakwah tentangnya, apalagi ketika mereka merasa terancam kekuasaannya seperti saat ini. Stigma negatif dan fitnah keji dilempar ke publik untuk menjerat jamaah dan personal yang memperjuangkannya.


Sebenarnya, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan adanya dakwah Khilafah hari ini. Karena ia adalah mahkhrojan / jalan keluar (solusi) terhadap segala persoalan umat sesuai syariat Islam.


berKhilafah adalah dalam rangka untuk beribadah kepada Allah untuk melaksanakan perintahNya yaitu bertaqwa sebenar-benarnya Taawa dan tidak mati melainkan dalam keadaan berserah diri kepada Allah sebagaimana dalam Al qur'an surat ali imron ayat 102-103.


Terlebih lagi, Khilafah diyakini sebagai janji Allah SWT dan kabar gembira dari Rasulullah SAW. Pasti akan kembali tegak. Dengan atau tanpa andil kita dalam menegakkannya. Hanya saja juga diyakini jika ketika seseorang memilih untuk ikut andil menegakkannya maka pahala akan Allah SWT limpahkan pada yang mengikutinya. Akan tetapi jika memilih untuk menghalanginya, maka dosa akan Allah SWT berikan pada yang mengingkarinya, dan akan dimasukkan kedalam golongan orang-orang dzolim yang menghalangi tegaknya Khilafah.


Tegaknya Khilafah ini pasti akan terjadi, waktunya semakin dekat. Ini adalah pasti. Salah satu indikasinya adalah semakin represifnya kumpulan orang-orang dzolim terhadap khilafah. Semakin jahatnya makar orang-orang dzolim. Persekusi dan monsterisasi terhadap Khilafah semakin tajam. Larangan tentang pembicaraan Khilafah semakin getol dilakukan oleh orang-orang dzolim, bahkan orang-orang dzolim ini sampai hati untuk menangkap, memfitnah,  memenjarakan bahkan membunuh orang-orang yang berbicara syariat (Khilafah). Padahal Khilafah adalah ajaran Islam, yang Rasulullah Muhammad SAW mengajarkannya kepada para sahabat dan umatnya.


Artinya membenci Khilafah sama dengan membenci ajaran Islam. Membenci ajaran Islam sama dengan membenci Rasulullah Muhammad SAW yang mengajarkannya. Membenci RasulNya sama dengan membenci Allah SWT yang mengutusnya. Maka para pembenci Khilafah adalah kumpulan orang-orang dzolim yang terwesternisasi yang membenci Allah SWT dan RasulNya. Naudzubillah.


Maka tidak akan pernah beruntung orang-orang yang membenci, mempersekusi dan mengkriminalisasi Khilafah. Tersebab seolah mereka berusaha untuk menghalangi terbitnya matahari. Akan sia-sia dan hanya berkontribusi pada tumpukan dosa dan dosa saja.


Waallahu alam bishshowwab

Senin, 02 September 2024

Amal Sholeh (gotong royong) warga Khilafah Se Lampung di Al -Jaamiah Abat Lampung

 


Lampung Selatan, 1 September 2024 — Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi pemandangan yang indah di Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah Jami’ah Abat (PPUI) Margodadi, Lampung, ketika 200 warga Khilafatul Muslimin dari wilayah Bandar Lampung bahu-membahu melaksanakan amal sholeh. Program bulanan yang digagas oleh Khilafatul Muslimin ini difokuskan pada kegiatan pembuatan pagar bambu dan pembersihan area pondok pesantren.

Pagi itu, area PPUI Jami’ah sudah dipenuhi dengan warga yang datang dengan penuh semangat. Mereka membawa berbagai peralatan, mulai dari cangkul, golok, hingga sapu lidi, untuk membantu membersihkan dan memperbaiki area pondok. Pekerjaan dimulai dengan pembuatan pagar bambu yang mengelilingi pondok pesantren, sebuah pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan ketekunan. Di sisi lain, beberapa kelompok warga sibuk membersihkan areal pondok, memastikan lingkungan tetap bersih dan nyaman.

Koordinator kegiatan amal sholeh ini, Ustadz Imam Syaukani, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program bulanan yang rutin dilakukan oleh warga Khilafatul Muslimin di Lampung. “Ini adalah program bulanan warga Khilafatul Muslimin khususnya yang ada di Lampung. Seluruh aktivitas pembangunan pondok ini, dari awal sampai hari ini adalah hasil kerja keras warga khilafah, tidak ada bantuan proposal,” ujar Ustadz Imam dengan senyum.

Menurut Ustadz Imam, program ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki dan mempercantik lingkungan pondok, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat ukhuwah di antara warga. Melalui amal sholeh seperti ini, warga bisa saling berbagi, bekerja sama, dan merasakan manfaat dari kebersamaan. “Ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi juga bagian dari ibadah dan upaya kita untuk terus berbuat baik,” tambahnya.

Antusiasme warga sangat terlihat dari wajah-wajah ceria mereka yang bersemangat menjalankan kegiatan ini. Seorang warga yang ikut serta, Deswan, mengungkapkan rasa syukurnya dapat terlibat dalam kegiatan amal ini. “Kami sangat senang, dengan adanya amal sholeh ini, kami jadi memperbanyak amal yang dapat menghantarkan ke surga-Nya, in syaa Allah. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk beramal bersama, sekaligus mempererat tali silaturahim,” tuturnya.

Warga lain, Fajarudin, juga menyatakan kebahagiaannya bisa terlibat dalam kegiatan ini. “Amal sholeh seperti ini membuat kami merasa lebih dekat satu sama lain. Selain itu, kami juga merasa bangga bisa berkontribusi langsung dalam pembangunan pondok yang menjadi tempat menimba ilmu agama,” kata Fajar sambil tersenyum.

Tak hanya sekadar kegiatan rutin, amal sholeh ini juga menjadi ajang untuk mengasah keterampilan warga, terutama dalam hal pertukangan dan manajemen lingkungan. Proses pembuatan pagar bambu, misalnya, memerlukan teknik khusus yang dipelajari bersama oleh warga. Selain itu, kegiatan pembersihan areal pondok mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari ajaran Islam.

Warga Khilafatul Muslimin berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain. Mereka percaya bahwa dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, setiap tantangan dapat dihadapi dengan lebih ringan. Lebih dari itu, mereka juga berharap bahwa apa yang mereka lakukan dapat menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski mereka telah tiada.

Dengan semangat membara dan niat yang tulus, warga Khilafatul Muslimin membuktikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak selalu bergantung pada bantuan eksternal. Mereka yakin bahwa kerja keras, keikhlasan, dan kebersamaan adalah kunci utama untuk mencapai keberhasilan dalam setiap usaha, termasuk dalam membangun pondok pesantren yang mereka cintai.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa amal sholeh tidak hanya membawa manfaat bagi lingkungan, tetapi juga memperkaya jiwa dan mempererat tali silaturahim di antara warga. Dengan harapan dan doa yang tulus, warga Khilafatul Muslimin terus melangkah bersama, membangun dan merawat pondok pesantren dengan segenap hati, demi kebaikan dunia dan akhirat.

Jumat, 02 Agustus 2024

INFORMASI MABIT PUSAT KHILAFATUL MUSLIMIN


 ✨ Wizaarotut Tarbiyyah wat Ta'lim Pusat ✨



INFORMASI MABIT PUSAT KHILAFATUL MUSLIMIN


السلام عليكم ورحمة اللـــــــــــــــه وبركاتـــــــــــــــه


Dalam rangka beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala, bahwa acara *Mabit Bulan Shafar 1446 H* Insyaa Allah Akan di laksanakan pada : 


🗓 Hari/Tanggal : *Senin (Malam Selasa)*

*1 Shafar 1446 H* 


🕌 Tempat : *Masjid Al-Khilafah, Kantor pusat Khilafatul Muslimin. Bumi waras Bandar Lampung.*


⏰ Waktu : Jam *20.30 wib s/d Selesai*


📝 Rangkaian acara : 

1. Muqaddimah

2. Pembacaan ayat suci Al-Qur'an

3. Tausiah Mabit Oleh Wazir Nasyrah wal Idza'ah Pusat (Ust. Wuri Handoyo)

4. Tanya Jawab

5. Pengumuman-Pengumuman

6. Penutup / Break Istirahat untuk Qiyamullail 

7. Tausyiah Shubuh Oleh Amir Daulah Sumatera(Ustadz Imam Syaukani)



*📝 Qiyamullail, Shalat Subuh Berjamaah, Tausyiah Subuh.*



*Mabit ini Wajib dihadiri Oleh Staff Pusat, Amir Daulah beserta Staff, dan  Amir Wilayah beserta Staff se-Lampung, Murabbi se-Lampung.*


🎥Live streaming : Al-khilafah channel (fp)

==================================


Kesehatan Gratis : 

" Hijamah (Bekam), Akupuntur, pijat syaraf, Fashdu, Refleksi mata, pijat bayi  dsb " 


Pelaksanaan Kesehatan Gratis : 

Setiap Hari : Ahad, Rabu, Kamis, Sabtu

Jam 08.00 s/d 13 00 WIB

Tempat : Kantor pusat Khilafatul Muslimin lt.2

Catatan:

#Khusus Ikhwan


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


"Bagi yang berkepentingan diharapkan kehadirannya tepat waktu"


Jazakumullahu Khoiron


الحمد لله ربّ العالمين


 والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 

 

www.khilafatulmuslimin.net


#KhilafatulMuslimin

#RahmatanLilAlamin

#WadahPemersatuUmmatSedunia

Rabu, 31 Juli 2024

Tanya Jawab, Peradaban Islam Pasti Kembali

 











Tanya Jawab 

Peradaban Islam Pasti Kembali

Oleh: Prof. Dr.-Ing. Fahmi Amhar

Nasroh Sumatera, TANYA JAWAB — Di tengah hegemoni dan dominasi ideologi kapitalisme saat ini, tentu kita patut bertanya, sejauh mana peradaban Barat kapitalisme berdampak pada dunia, khususnya dunia Islam? Berapa lama peradaban Barat kapitalisme bisa bertahan? Bagaimana dengan peradaban Islam? 


Mungkinkah kaum muslim mampu menghadirkan kembali peradaban Islam yang agung? Bagaimana caranya? Bisakah peradaban Islam yang unggul menggantikan peradaban Barat yang saat ini terbukti banyak menimbulkan kerusakan bagi dunia?


Itulah di antara pertanyaan yang diajukan kepada Prof. Dr.-Ing. Fahmi Amhar, Anggota Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE). Berikut ini jawabannya.


Pertanyaan (T): Bagaimana kondisi peradaban dunia sekarang ini di bawah kepemimpinan ideologi kapitalisme?

Jawaban (J): Mewabahnya doktrin-doktrin yang merupakan anak-anak haram sekularisme. Sekularisme adalah doktrin yang menegaskan bahwa agama tidak boleh dibawa-bawa ke kehidupan publik atau ke ruang publik. Ruang publik harus diisi dengan sesuatu yang rasional, sedangkan agama itu tidak rasional. Dari rahim sekularisme inilah muncul doktrin-doktrin turunannya, seperti liberalisme, pluralisme, demokrasi, kapitalisme, dan imperialisme.


T: Apa yang membuat peradaban kapitalisme itu merusak sumber daya manusia (SDM)?

J: Pertama dan terutama adalah doktrin liberalisme, “Biarkan semua bebas berbicara, berperilaku, berkeyakinan/beragama, dan memilih cara memiliki sesuatu selama tidak mengganggu kebebasan orang lain.”


Kedua, doktrin pluralisme. Pluralisme bukan pluralitas! Kalau pluralitas, itu sebuah kenyataan. Adapun pluralisme adalah doktrin bahwa ruang publik jangan didominasi salah satu kelompok atau partai tertentu saja, ya. Biarkan semua berkontribusi.


Doktrin ini bagi orang-orang yang kurang terdidik atau kurang berpandangan jauh ke depan akan memunculkan permisifisme. Oleh karena itu, di Barat, perilaku menyimpang seperti L678Q+ tumbuh subur. Semula karena dianggap tidak merugikan orang lain selama dilakukan secara konsensual (saling suka).


Demikian juga bisnis yang belum tampak dampak sosial atau lingkungannya, pasti dibiarkan. Aneka situs perjudian atau pornografi yang canggih, kini bahkan dengan didukung teknologi, akan dibiarkan. Paling cuma dibatasi sana-sini, semisal tidak boleh melibatkan anak di bawah umur, dsb..


T: Apa pula yang membuat peradaban kapitalisme itu merusak sumber daya alam (SDA)?

J: Ini doktrin kapitalisme, yaitu membiarkan “kekuatan gaib tangan-tangan pasar” mengatur dirinya sendiri. Bagaimana (agar) distribusi barang dan jasa otomatis teroptimalkan untuk kebahagiaan semua orang, padahal tujuan orang ke pasar itu untuk mendapatkan profit maksimal. Ketika kebahagiaan hanya dinilai dari materi, maka kegagalan peserta pasar berarti akhir dari segalanya.


Walhasil, hal-hal yang belum diatur oleh undang-undang, selama memberikan manfaat/keuntungan, akan diusahakan. Ini bisa termasuk minyak bumi, batubara, emas, dan mineral lainnya. Pendidikan, kesehatan, keamanan, dan keadilan juga dianggap seperti komoditas bisnis lainnya.


Pada era digital saat ini, situs internet atau konten media sosial apa pun akan terangkat, bukan oleh kualitasnya, tetapi kalau dapat like and share yang banyak. Yang banyak itulah yang potensial menguntungkan untuk ditumpangi iklan.


T: Apa pengaruh peradaban kapitalisme terhadap dunia Islam secara politik?

J: Doktrin lanjutan dari kapitalisme adalah imperialisme. Dunia Islam saat ini adalah objek, bukan subjek. Target, bukan aktor. Mereka ditarget oleh kekuatan imperialis sebagai sumber bahan mentah dan pasar produk mereka.


Oleh karena itu, politik di dunia Islam dirancang yang menguntungkan mereka. Kalau diktator yang ada itu pro mereka, maka urusan selesai. Namun, kalau diktator yang ada kontra dengan mereka, mereka akan meneriakkan demokrasi.


Doktrin demokrasi adalah dari, oleh, dan untuk rakyat. Jadi mereka ajarkan bahwa kedaulatan hukum itu ada pada rakyat sehingga penguasa wajib berasal dari rakyat dan bekerja untuk rakyat. Namun, dalam hal ini mereka berdusta. Jika proses demokrasi menghasilkan pemimpin yang dekat dengan Islam, lalu memperjuangkan kedaulatan hukum Islam seperti yang diyakini mayoritas rakyat yang muslim, kekuatan imperialis Barat akan mengaborsi mereka, menuduh mereka radikal atau memfitnah mereka dalam satu barisan dengan terorisme.


T: Secara ekonomi bagaimana?

J: Akibat imperialisme, ekonomi negeri-negeri muslim jelas tidak sepenuhnya berdaulat. Sekalipun GDP atau income per kapita tinggi, ekonomi mereka rapuh oleh pengaruh asing, terancam oleh fluktuasi ekonomi dunia, bahkan rawan runtuh apabila diembargo sewaktu-waktu.


T: Kalau secara sosial budaya?

J: Budaya di negeri-negeri muslim itu ada dua. Satu yang khas Islam, yang berakar dari ajaran Islam seperti ritual Ramadan/hari raya, pernikahan dan kematian, pakaian yang menutup aurat, atau makanan yang halal. Satunya lagi yang khas etnis atau kedaerahan, seperti aneka makanan, kain batik, atau arsitektur.


Barat mendesak budaya di negeri muslim itu sedemikian rupa sehingga akhirnya budaya yang diunggulkan hanyalah yang berbau etnis atau kedaerahan. Budaya yang terbentuk dari ajaran Islam akan makin disamarkan atau dimodifikasi sedemikian rupa agar bisa dikapitalisasi. 


Oleh karena itulah, ritual Ramadan tidak terasa makin kental suasana ruhiah-nya, tetapi terasa makin gebyar komersialnya. Bangunan masjid yang semula cukup sederhana, tetapi terasa makmur, sekarang dibuat mewah dan tentunya mahal, tetapi mungkin malah sepi dari jemaah salat lima waktu.


Di kancah pergaulan internasional, umat Islam mengalami sindrom minder-wertig-complex (kurang percaya diri) ketika dikenal sebagai muslim. Mereka lebih suka dikenal sebagai Indonesia, Persia, atau Mesir. Di banyak kantor kedutaan besar mereka di luar negeri, yang dipajang adalah produk budaya pra-Islam, sampai orang terkejut ketika mengetahui bahwa mayoritas populasi negeri itu adalah muslim.


T: Bisakah peradaban Islam itu menjadi alternatif dunia?

J: Bisa, asalkan umat Islam berhasil membangkitkan diri mereka sendiri dahulu. Mereka harus bisa lepas dari jerat-jerat sekularisme dan memperbaiki ekonomi, politik, dan budaya dengan Islam. Juga menyelesaikan semua persoalan seperti kebodohan, kemiskinan, ketergantungan kepada asing, dan lain-lain. Baru mereka bisa menunjukkan ideologi Islam sebagai alternatif bagi dunia?


T: Apa saja keunggulan peradaban Islam dibandingkan dengan peradaban kapitalisme?

J: Peradaban Islam didirikan di atas basis akidah Islam. Di atas keimanan bahwa ada Allah Sang Pencipta alam semesta yang Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Allah tahu apa yang diperlukan oleh manusia untuk hidup dengan baik dan benar di dunia ini. 


Allah menurunkan berbagai aturan, sedangkan Allah tidak punya bias kepentingan apa pun. Ini berbeda dengan demokrasi yang bias kepentingan oligarki yang bisa mengendalikan partai politik dan opini publik. Benarnya demokrasi kadang dibatasi sekat-sekat negara bangsa, atau sekat-sekat program lima tahun periode pemerintahannya.


T: Apa saja bukti-bukti kejayaan peradaban Islam dalam sejarah?

J: Ada beberapa parameter untuk menilai kejayaan peradaban Islam. Pertama, peradaban Islam itu membekas di tempat-tempat yang ia naungi, sekalipun kekuasaan Islam sudah tidak ada di sana. Bahkan di Spanyol yang terjadi genosida pasca-reconquista dan hampir seluruh umat Islam terbunuh atau terusir, masih banyak teknologi dan tradisi Islam yang masih hidup tanpa disadari oleh orang-orang Spanyol. Irigasi, istana, dan taman-taman masih dapat disaksikan hingga hari ini. Aneka makanan, kosakata hingga tradisi tidur siang (siesta) masih terlihat di kehidupan sehari-hari.


Kedua, peradaban Islam itu tidak eksploitatif. Islam berkuasa di Barat dan di Timur, tetapi tidak menjarah atau menyedot sumber daya wilayah yang ia taklukkan untuk kemewahan pusat. Tidak seperti penjajahan oleh bangsa-bangsa Eropa.


Ketiga, peradaban Islam itu membuka akses atas ilmu pengetahuan dan kemakmuran bagi siapa pun, tanpa pembedaan agama, kasta, ataupun asal-usul. Lebih banyak ilmuwan besar non-Arab daripada Arab. Bahkan banyak ilmuwan dari India yang pada masa itu hijrah ke wilayah Islam karena di sana bisa berkarier tanpa hambatan kasta. Orang-orang koptik di Mesir atau majusi di Persia masih ada hingga hari ini. Ini karena pada era peradaban Islam mereka tidak pernah dipaksa untuk pindah masuk ke agama Islam.


Keempat, peradaban Islam itu sustainable, bertahan berabad-abad di wilayah yang sangat luas. Mustahil sebuah peradaban yang zalim dan self-destructive bisa bertahan selama itu. Peradaban Islam baru runtuh setelah taraf berpikir umat turun, daya kritis mereka pada kekuasaan melemah. Akibatnya, para penguasa tenggelam dalam kemewahan dan abai pada persoalan umat. Umat akhirnya tidak puas pada layanan negara. Lalu muncul semangat separatisme dan nasionalisme yang merusak persatuan umat.


T: Bagaimana agar peradaban Islam dapat diwujudkan lagi, bahkan memimpin dunia sebagaimana sebelumnya?

J: Ibnu Khaldun pernah menasihati begini, bahwa era yang berat akan cenderung menghasilkan generasi yang hebat, selama mereka sabar dan tekun belajar. Nanti generasi yang hebat itu akan menghasilkan era yang mudah. Namun, era yang mudah itu harus dijaga dengan terus berdakwah dan tidak lengah atau tenggelam dalam hidup bermewah-mewah. Jika tidak, era yang mudah itu justru akan melahirkan generasi yang lemah dan generasi yang lemah itu rawan mengembalikan kita ke era yang berat.


Jadi, kita sekarang ini harus bersabar, tekun belajar, dan bekerja keras, berjuang agar peradaban Islam kembali, hukum-hukum Islam secara kafah kembali hadir ke kehidupan publik.


T: Sebagian umat Islam silau dengan kemajuan peradaban Barat. Apakah kemajuan tersebut membawa kerahmatan?

J: Bergantung pada cara kita menilai kerahmatan itu apa. Kalau yang dimaksud adalah perlakuan yang adil terhadap rakyat, perlindungan terhadap minoritas, akses pendidikan dan kesehatan yang terjamin, lingkungan yang bersih dan tertata, layanan publik yang bebas korupsi, angka pengangguran yang rendah, bahkan insentif untuk keluarga yang memiliki anak maka kehidupan di Barat jauh lebih menyenangkan. Bukankah semua itu juga hal-hal yang islami yang di Dunia Islam saat ini malah kurang ditemukan?


Namun, di Barat juga kita temukan, makin banyak orang terjebak dalam perjudian, alkoholisme, dan penggunaan narkoba. Makin banyak yang depresi akibat tidak memiliki keluarga yang harmonis. Makin banyak yang terseret ke seks bebas dan makin sedikit yang menikah. Bahkan makin banyak pula yang kini ikut arus L678Q+. Anehnya, justru yang semacam ini juga diikuti oleh banyak masyarakat di negeri-negeri muslim.


T: Tingkat pendapatan negara-negara Barat sangat tinggi. Sebaliknya, pendapatan rendah terjadi di negeri-negeri Islam. Mengapa demikian?

J: Tidak selalu juga. Di negeri-negeri muslim yang kaya sumber daya alam, seperti UEA, Qatar, atau Brunei, pendapatan sangat tinggi. Namun, secara umum memang pendapatan negeri-negeri Islam lebih rendah dibandingkan negara-negara Barat. Hal ini karena produktivitas mereka sangat rendah dan korupsi penguasanya sangat tinggi.


T: Apa penyebab ketimpangan ekonomi begitu ekstrem antara dunia Barat dan dunia Islam?

J: Kualitas sumber daya manusianya, budaya masyarakatnya, dan kepemimpinan penguasanya. Di Barat, sekalipun penyakit sosial makin banyak, masih cukup banyak orang-orang yang mengambil tanggung jawab untuk bekerja dengan jujur dan profesional. Budaya masyarakatnya masih menghargai ilmu dan menghargai kerja, tidak semata-mata kaya secara instan. Mereka masih punya para pemimpin yang memiliki integritas, tidak aji mumpung, dan dapat diteladani.


Ini berbeda dengan dunia Islam hari ini. Banyak pengangguran, tetapi para pengusaha juga kesulitan mencari pekerja yang jujur dan profesional. Masyarakatnya lebih banyak yang bermimpi bagaimana cepat kaya secara instan. Para pemimpinnya hanya memikirkan diri sendiri.


T: Apakah benar sistem ekonomi Barat penyebab kerusakan ekonomi global?

J: Sistem ekonomi Barat memang dikritik oleh para ekonom mereka sendiri sebagai “greedy” (serakah). Namun, itu tidak pada seluruh masyarakat Barat. Mereka mengkritik “the 1%”, yakni segelintir elite kapitalis saja. Karena rakyat di Barat sendiri kritis, keserakahan itu tidak lagi dapat diterapkan di negerinya. Oleh karena itu, para kapitalis akan mencari lahan baru di seluruh dunia. Itulah globalisasi. Penjajahan ekonomi gaya baru.


Di negeri-negeri sasaran mereka itu, mereka tidak begitu peduli soal lingkungan atau perlindungan sosial. Oleh karena itu juga, globalisasi itu harus selaras dengan nasionalisme, dalam arti elite global itu harus berpikir dalam sekat-sekat kebangsaan. 


Di negeri asal mereka, mereka setuju pada isu lingkungan atau perlindungan anak. Namun, di negeri sasaran mereka, isu lingkungan atau perlindungan anak hanya diperhatikan sepanjang tidak mengurangi keuntungan bisnisnya.


T: Sistem politik demokrasi dari Barat di puja-puji memberi transparansi dan keadilan bagi semua pemegang hak pilih. Apakah demikian adanya?

J: Demokrasi memang memberi jalan agar masyarakat bebas berpendapat (tampak dari kebebasan pers), bebas berserikat (tampak dari kebebasan membentuk ormas dan parol), bebas memilih (ada pemilu), dan bebas berpartisipasi dalam pemerintahan (ada parlemen yang mengontrol pemerintah). Ini memang berjalan dengan baik di negara-negara Barat.


Namun, tentu ada masa-masa ketika demokrasi ini error, baik dalam memilih figur pemimpin yang tepat atau memutuskan kebijakan publik yang benar. Semua bergantung pada tingkat kesadaran politik rakyat juga. Ini mungkin bisa dimainkan oleh para opinion leader.


Demokrasi di Jerman pernah menghasilkan diktator seperti Hitler. Demokrasi di Amerika pernah melarang minuman keras, tetapi kemudian mengizinkannya kembali. Saat ini, demokrasi di hampir seluruh negara Barat mengijinkan pernikahan sejenis (L678Q+). Anehnya, mereka melarang pernikahan poligami.


T: Benarkah dalam sistem demokrasi, pemimpin membela kepentingan rakyat? Atau sebaliknya membela oligarki?

J: Bergantung pada tingkat pendidikan dan kesadaran politik di negeri itu. Jika literasi politik masyarakatnya tinggi, niscaya oligarki akan sedikit sekali mendapat peluang.


Namun, kalau itu menyangkut luar negeri, kadang-kadang memang empati rakyat akan terbatasi oleh tembok nasionalisme. Oleh karena itulah, rakyat Amerika memilih kembali Presiden G. W. Bush untuk jabatan kedua. Parlemennya sepakat untuk membiayai perang di Irak dan Afganistan yang diserukan Bush atas nama Global War of Terrorism. 


Rakyat Amerika tidak peduli dengan malapetaka di negara lain selama negeri mereka tetap jaya. Perang bahkan dianggap membuka banyak sekali kesempatan kerja, terutama di pabrik-pabrik senjata, juga nanti di sektor konstruksi untuk pascaperang, selain juga di sektor finansial.


T: Benarkah sistem demokrasi akan menjamin kesejahteraan rakyat?

J: Lagi-lagi bergantung pada banyak faktor. Di Eropa kontinental, dengan mazhab ekonomi sosialisme yang masih kuat, kesejahteraan rakyat lebih terjamin daripada di Amerika yang mazhab ekonomi liberal lebih dominan. 


Di Eropa, akses pendidikan gratis atau sangat murah dari TK sampai S3. Semua warga juga punya jaminan kesehatan. Beda dengan di Amerika yang pendidikan dan kesehatan sangat mahal. Cuma ada sedikit beasiswa bagi yang sangat cerdas.


T: Budaya berperilaku bebas dijajakan oleh Barat. Di manakah letak bahayanya?

J: Pada kelangsungan generasi. Sekarang ini, di kampus-kampus sulit (seperti fisika nuklir, atau bioteknologi), makin banyak akademisi yang non-Amerika. Mengapa? Karena makin sedikit orang Amerika yang mau belajar yang sulit-sulit. Mereka generasi lemah akibat era yang mudah!


Mungkin kalau umat Islam bersabar dan siap belajar lebih tekun, suatu hari nanti Amerika akan dikuasai oleh talenta-talenta muslim yang siap menolong dunia dengan menerapkan Islam kafah.

Sumber: Al-Wa’ie