Jika kita menyimak baik baik dalam sebuah film yang di suguhkan, ada sebuah pesan atau makna berharga yang ingin disampaikan sang sutradara, tidak semua bisa memahaminya, penonton yang tidak konsentrasi tidak akan menangkap kesan itu yang mereka dapatkan mungkin hanya tawa tawa sesaat yang akan lupa sesaat setelah film itu selesai.
Tentunya sutradara yang hebat, biasanya sengaja menyembunyikan kesan itu agar penonton anthusiasm menikmati film yang disuguhkan hingga selesai.
Sang Sutradara Alam semesta yang Maha bijak, tidak hanya memberikan Skenario kepada peran peran penting saja, Dia telah memberikan keseluruhan skenario itu kepada seluruh pemeran, semua bisa mempelajarinya.
Sang Sutrada, ingin semua berjalan sesuai skenario yang benar, membenarkan dan diakui kebenarannya; yaitu Al Qur’an. Atas kekuasaan Nya, Dia mmberikan seorang Rasul untuk menerjemahkan skenario itu agar mudah dipahami; yaitu Al Hadits yang menjelaskan Al Qur’an.
Sehingga semua pemeran itu akan bahagia di panggungnya dan sukses meraih nobel; Syurga.
Sang sutradara tidak menilai kredibilitas Aktor dan Aktrisnya dari peran yang ia bawa, tapi sejauh mana mereka mengikuti skenario yang Dia wahyukan..
Rasa percaya itu tidak lain adalah Iman.
Jika parameter itu benar, sesungguhnya ada garansi kebahagiaan bagi mereka yang beriman, tidak ada tawar menawar didalamnya dan kesungguhan adalah rahasianya
Padahal Aktor atau Aktris yang baik dan sukses adalah mereka yang Patuh terhadap sutradara dan Skenario.
Pahamilah, bahwa kewajiban yang diberikan sutradara Adalah bukan paksaan tapi p.e.n.g.k.o.n.d.i.s.i.a.n agar semua Aktor bahagia, sukses di panggung dunia untuk kemudian menikmatinya di Akhirat
Pada kenyataannya; banyak Aktor dan Aktris yang tidak mengikuti jalur jalur skenario, padahal dia tahu panggung itu akan dirubuhkan. Mereka sibuk bercanda tertawa tawa, padahal Assisten Assisten sutradara dan Crew yang berupa Malaikat Malaikat terus memonitor dan mencatat semuanya.
Sebagian mereka ada yang pemalas, tidak mau memahami apalagi menghafal skenario, hingga hidupnya tidak bahagia dan tidak tentu arah.
¨*•♫♥ Genggamlah dunia, dengan Pemahaman Iman dan Ilmu. Lalu campakanlah segera sebelum ia mencampakanmu, membenamkan tubuhmu dan mengikat kedua kakimu serta membutakan matamu bahwasannya Panggung Sandiwara Dunia ini akan dirobohkan dalam sebuah suasana dahsyat yang berupa kiamat atau kematian jiwa.
Iyah, jembatan kematian.
♫•*¨Peluru kematian telah dilepas dan sedang menujumu, kearahmu.. peluru kematian sudah dilepas dengan taqdir Allah yang maha benar, dan sedang menujumu..
Jangan bertanya kapan? karena aku tidak tahu, dan tak ada seorangpun yang tahu. Yang pasti dia, sedang melesat dan akan mencapai mu di sebuah tempat dan waktu yang telah ditentukan oleh perencanaan Allah yang tidak pernah meleset.
Agar persinggahan kita di bumi ini akan kita kenang di akhirat kelak, tak apa banyak duri duri yang menggigiti langkah kakimu telanjangmu..karena keseluruhannya dunia ini, ujian ujian.
NAI

.jpeg)
Maa syaa allah
BalasHapus